Veronica Koman (Twitter @veronicakoman)

Solopos.com, SOLO -- Pengacara dan aktivis hak asasi manusia (HAM), Veronica Koman, mengkritik pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres. Pasalnya, tak ada masalah Papua yang disebutkan Jokowi dalam pertemuan itu.

Melalui akun Twitter @VeronicaKoman, Veronica me-reply sebuah unggahan akun resmi Presiden Jokowi, @jokowi, Minggu (3/11/2019). Unggahan di akun @jokowi itu berupa sebuah foto Jokowi dan Guterres dalam pertemuan ASEAN Summit di Bangkok, Thailand, Sabtu (2/11/2019).

"Pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB António Guterres, di Bangkok kemarin," bunyi keterangan di akun @jokowi itu.

Jokowi menjelaskan dalam pertemuan itu dirinya membahas krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar, serta masalah Palestina. Indonesia memang selalu aktif melakukan diplomasi dalam kasus di kedua negara itu.

"Kami membahas isu krisis kemanusiaan di Rakhine State [Myanmar] dan Palestina, seraya menawarkan kontribusi Indonesia bagi penyelesaian masalah yang tidak mudah itu," kicaunya.

Perppu KPK Tak Terbit Sebelum Putusan MK, Jokowi Dianggap Mengada-Ada

Karena Jokowi sama sekali tak menjelaskan persoalan Papua dalam unggahan tersebut, Veronica pun mempertanyakannya. Pasalnya, masalah di Papua juga merupakan masalah kemanusiaan khususnya jatuhnya banyak korban jiwa dan eksodus warga keluar pulau itu belum lama ini.

"Bagaimana dengan krisis kemanusiaan di West Papua? Sudah 202 orang Nduga meninggal sejak operasi gabungan Desember 2018. Belum lagi puluhan ribu lainnya yang masih mengungsi karena pengerahan aparat besar-besaran," kicau Veronica.

Sebelumnya, Veronica Koman juga mengkritik absennya Indonesia dalam daftar negara yang mengutuk China atas kasus kemanusiaan yang menimpa etnis Uighur di Provinsi Xinjiang. Dari 23 negara yang mengecam, tak ada Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN di dalamnya.

Gaduh Soal Cadar dan Celana Cingkrang, Ini Kata Jokowi

"It’s shameful that Indonesia keeps being silent on the atrocities against the Uyghurs [memalukan, Indonesia diam terhadap kekejaman terhadap Uyghurs]," kicaunya, Jumat (1/11/2019) lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten