Jokowi meninjau calon ibu kota baru di Kaltim. (Instagram @jokowi)

Solopos.com, MALANG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya proses hukum orang yang melontarkan ancaman akan memenggalnya dan videonya sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Pelaku bernama Hermawan Susanto (HS) telah ditangkap polisi dan menjadi tersangka.

"Proses hukum kita serahkan kepada aparat kepolisian," kata Jokowi seusai meresmikan Tol Pandaan-Malang di Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang, Jatim, Senin (13/5/2019).

Sebelumnya, dalam video viral di sosial media itu, pemuda kelahiran 8 Maret 1994 tersebut diduga melakukan ujaran berupa ancaman memenggal Jokowi saat mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019), sekitar pukul 14.40 WIB.

Jokowi menambahkan, dirinya mengharap kepada siapapun untuk bisa bersabar, terutama pada saat menjalankan ibadah puasa seperti saat ini. "Terkait ancaman. Ini kan bulan puasa, kita semua puasa, yang sabar," ujar Jokowi.

Polisi telah menetapkan HS yang muncul dalam video tersebut sebagai tersangka. HS diringkus di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019) pagi.

HS yang diduga mengancam presiden seperti dalam video yang viral di media sosial, ditangkap di kediamannya di Parung, sekitar pukul 08.00 WIB oleh tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat ini HS masih menjalani pemeriksaan awal.

HS diduga melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden. HS dijerat dengan pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU No 19/2016 tentang perubahan atas UU No 11/2008 tentang ITE.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten