Jokowi Reshuffle Kabinet, PKB Optimistis Posisi Kader Aman
Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna mengenai Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2020). (Bisnis-Biro Pers Sekretariat Presiden-Lukas)

Solopos.com, JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa mempercayakan sepenuhnya keputusan terkait reshuffle kabinet kepada Presiden Joko Widodo. PKB optimistis posisi kadernya di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Jokowi aman jika reshuffle terjadi.

Amannya posisi kader PKB dalam reshuffle kabinet Jokowi itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Faisol Reza. Dia mengaku partainya mempercayakan sepenuhnya soal kabinet kepada Presiden Jokowi.

Selain itu, dia mengatakan partainya juga enggan ambil pusing soal isu reshuffle kabinet. "Pak Jokowi tahu persis apa yang dibutuhkan," kata Faisol, Senin (21/12/2020).

Covid-19 dan Film Tilik Bu Tejo Terpopuler di Google Search 2020

Sebelumnya, beredar kabar kader PKB, Yahya Cholil Staquf akan ditunjuk menggantikan Menteri Agama Fachrul Razi. Faisol mengaku belum ada pembahasan ihwal hal tersebut. "PKB tidak membahas apapun soal posisi menteri termasuk Menag," ujarnya.

Di Kabinet Indonesia Maju saat ini, ada tiga menteri dari PKB, yakni; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.

Daftar Kocok Ulang

PKB cukup optimistis tiga kadernya tersebut tidak masuk daftar kocok ulang menteri. "Pak Jokowi sayang dengan PKB," ujarnya.

Selain Yahya Staquf, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel juga diisukan sebagai salah satu kandidat calon Menteri Agama. Namun Agus mengaku tidak mengetahui ihwal hal tersebut dan belum ada utusan presiden yang menghubunginya dirinya.

Kata Fengsui Kendaraan di Depan Rumah Pengaruhi Energi Positif

"Mungkin hanya isu, belum ada (yang menghubungi)," ujarnya saat dihubungi terpisah.

Hingga saat ini, pihak istana belum ada yang mengonfirmasi terkait kemungkinan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Isu reshuffle menguat usai dua kursi di kabinet kosong ditinggal eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan eks Menteri Sosial Juliari Batubara yang tersangkut kasus korupsi. Dua posisi itu masih diisi oleh Menteri Ad Interim.

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai Jokowi sedang melihat waktu yang tepat untuk melakukan perombakan kabinet. "Ini terkait hitungan penanggalan Jawa dan terkait dengan kondisi politik," kata Ujang.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis/Tempo.co



Berita Terkini Lainnya








Kolom