Tutup Iklan
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersiap mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat kedua yang hanya diikuti capres tanpa wapresnya itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. (Bisnis-Nurul Hidayat)

Solopos.com, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 01 Jokowi mengungkapkan pemerintah senantiasa berupaya mengurangi pencemaran, salah satunya adalah pengelolaan sampah.

Dalam debat yang membahas tema Lingkungan Hidup ini, Jokowi selaku petahana mengungkapkan kinerja yang telah dilakukan, salah satunya yaitu normalisasi Sungai Citarum di Jawa Barat.
                                                                                                
“Kita tegas, terhadap pelanggar perusak lingkungan. Kita telah memulai membersihkan kembali sungai tercemar yaitu Sungai Citarum. Ada program Citarum Harum, masyarakat Jabar kami berterimakasih," kata Jokowi saat debat capres putaran kedua Minggu (17/2/2019). 

FAKTA:

Berdasarkan Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2018 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), disebutkan bahwa kualitas air sungai di Indonesia pada umumnya berada pada status tercemar berat.

Dari 82 sungai yang dipantau sepanjang 2016-2017, BPS mencatat terdapat 50 sungai yang kondisinya relatif tidak berubah dan terdapat 18 sungai yang kualitasnya membaik, namun sebanyak 14 sungai kualitasnya memburuk.
 
Dalam hal pengelolaan sampah, saat ini terdapat payung hukum UU No. 18/2008 tentang pengelolaan sampah dan turunannya. Namun hingga 2016, produksi sampah mencapai 65,2 juta ton per tahun. Singkatnya, upaya penanganan sampah yang mencemari sungai, berjalan masih stagnan.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten