Kategori: Nasional

Jokowi Ingin Tak Ada Lagi Orang Miskin di Indonesia pada 2024


Solopos.com/Muhammad Khadafi/Bisnis

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim pemerintah telah menurunkan angka kemiskinan hingga menjadi 9,22 persen dari total penduduk. Dia berharap kemiskinan ekstrem hilang dari Indonesia pada 2024.

Saat ini, berdasarkan data Bank Dunia, jumlah penduduk Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok sangat miskin mencapai 9,91 juta jiwa atau sekitar 3,4 persen dari total penduduk. Terkait hal itu, Presiden meminta jajarannya untuk fokus mengentaskan kemiskinan dari kelompok sangat miskin.

"Data tentang siapa dan di mana warga kita ini harus betul-betul akurat sehingga program bisa disasarkan tepat pada kelompok sasaran yang kita inginkan," kata Presiden saat membuka rapat terbatas tentang Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Berhenti Merokok Bisa Cegah Virus Corona? Ini Faktanya

Pengertian penduduk sangat miskin menurut Bank Dunia adalah orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari US$1,91 per hari atau kurang dari Rp30.000 per hari dengan asumsi kurs 1 dolar AS sama dengan Rp14.130.

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta program pengentasan kemiskinan terkonsolidasi dan terintegrasi sehingga tepat sasaran. Jokowi meminta setiap kementerian dan lembaga berbagi peran.

Wali Kota Depok Bantah Ungkap Identitas Pasien Virus Corona

Presiden pun meminta perusahaan pelat merah dan swasta fokus memberikan bantuan kepada penduduk sangat miskin. "Kalau betul bisa konsolidasi saya yakin angka nol [kemiskinan esktrem] bisa kita lakukan," kata Jokowi.

Sementara itu, total penduduk miskin di Indonesia mencapai 24,7 juta jiwa per September 2019. Angka ini merepresentasikan 9,22 persen dari total penduduk di Indonesia. Jokowi mengapreasiasi capaian tersebut, mengingat pada 2015 posisi Indonesia berada pada 11,22 persen.

Di Indonesia Langka, Singapura Bagikan Masker & Sanitizer Gratis karena Corona

"Angka di bawah 10 persen ini adalah capaian yang sangat baik namun pekerjaan besar kita belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan kita," kata Jokowi.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui program pengentasan kemiskinan dan stunting masih belum tepat sasaran. Penyelarasan data diyakini akan mengurangi masalah tersebut.

Pemerintah menargetkan penurunan rasio kemiskinan menjadi 6,5 persen dan stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Tahukah Anda? Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh Jauh Melampaui Kematian

Sebelumnya diberitakan Solopos.com, World Bank atau Bank Dunia mencatat Indonesia telah berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga mencapai di bawah 10 persen dalam 15 tahun terakhir. Namun, kelompok yang baru keluar dari garis kemiskinan ini rentan untuk kembali menjadi miskin dan belum aman secara ekonomi.

Penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia tersebut tercantum dalam laporan Bank Dunia bersama dengan Department of Foreign Affairs (DFAT) Australia. Dalam jangka waktu tersebut, masyarakat kelas menengah tumbuh dari yang awalnya sebesar 7 persen dari populasi menjadi 20 persen dari populasi atau sebanyak 52 juta orang.

Tega Berbuat Nista Timbun Masker Saat Wabah Corona, Ancaman Pidananya Berat!

Yang masih menjadi beban adalah masyarakat yang baru saja keluar dari garis kemiskinan. Kelompok ini mencapai 45% dari penduduk Indonesia atau sebanyak 115 juta orang.

Share
Dipublikasikan oleh
Adib Muttaqin Asfar