Jokowi: Indonesia Tak Bisa Lockdown, Nanti Menjerit

Presiden Jokowi menegaskan Indonesia tidak bisa menerapkan kebijakan lockdown karena akan banyak pihak yang menjerit.

 Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers, Kamis (1/7/2021). (Youtube-Setpres)

SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers, Kamis (1/7/2021). (Youtube-Setpres)

Solopos.com, JAKARTA – Presiden Jokowi menegaskan Indonesia tidak bisa menerapkan lockdown seperti negara lain untuk menurunkan peularan Covid-19. Dia justru memilih kebijakan PPKM Darurat untuk menanggulangi pandemi.

“Eggak bisa kita tutup seperti negara lain, lockdown. Lockdown itu artinya ditutup total,” ujar Jokowi aat memberikan sambutan dalam acara pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro 2021 di halaman Istana Merdeka, yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (30/7/2021).

Menurut presiden, penerapan PPKM Darurat yang dinilai sebagai semi-lockdown saat ini membuat masyarakat menjerit. Hal itulah yang membuatnya tidak mengambil kebijakan lockdown untuk mengatasi pandemi di Indonesia.

“Kemarin yang namanya PPKM darurat itu kan namanya semi-lockdown. Itu masih semi saja sudah, saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit, minta untuk dibuka. Saya rasa Bapak-Ibu juga sama, mengalami yang sama,” ujar Jokowi.

Baca juga: Spesifikasi Oppo A74 5G, Ponsel Premium Desain Berkilau

Dia menegaskan kebijakan lockdown tidak menjamin menuntaskan permasalahan yang ada. “Kalau lockdown, kita bisa bayangkan dan itu belum juga bisa menjamin dengan lockdown itu permasalahan menjadi selesai,” imbuh

Menurut berdasarkan data penanganan bencana, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah melandai sejak Januari 2021. Namun munculnya varian Delta membuat kasus kembali naik, khususnya di wilayah Jawa dan Bali. Hal inilah yang membuatnya menetapkan kebijakan PPKM Darurat.

Baca juga: Duh, Warga Karanganyar Makin Banyak yang Miskin

“Tidak ada jalan lain saat itu karena di Pulau Jawa dan di Pulau Bali kita lihat semuanya titik semua titik merah, tidak ada yang kuning, sehingga keputusan yang sangat berat kita lakukan dengan PPKM darurat karena tidak ada cara yang selain yang itu, karena melompat kasusnya. Dan alhamdulillah sekarang paling tidak bisa kita rem, meskipun turunnya pelan-pelan, tapi bisa kita rem,” ujar Jokowi.

Penerapan PPKM Darurat itu pun dinilai cukup efektif menurunkan lonjakan kasus di Jawa dan Bali. Meski belakangan terjadi kenaikan di luar Pulau Jawa.

Jokowi pun mengingatkan semua pihak untuk bersabar dan tetap tahan banting di masa sulit, karena akhir pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi.


Berita Terkait

Berita Terkini

Biadab! KKB Tembak Dua Anak di Intan Jaya, Satu Meninggal

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah dengan menembak dua orang anak di Sugapa, Kabupaten Intanjaya, Papua. Satu anak meninggal akibat kejadian ini.

Libur Nataru Dihapus, ASN Haram Cuti Apalagi Mudik!

Seluruh aparatur sipil negara (ASN) dilarang mudik pada momentum Nataru tersebut.

Ini Alasan Pemerintah Turunkan Tarif Tertinggi Tes PCR Jadi Rp300.000

Abdul Kadir mengatakan tarif tertinggi RT-PCR diturunkan menjadi Rp275.000 untuk Jawa dan Bali dan Rp300.000 untuk luar Jawa dan Bali.

Resmi Per Hari Ini, Tarif PCR Tertinggi Rp300.000

Menko Luhut menyatakan secara bertahap penggunaan PCR akan diterapkan pada moda transportasi lainnya selama masa libur Nataru.

Putri Mako Lepas Gelar Bangsawan Seusai Menikah dengan Pria Biasa

Putri Jepang, Mako kehilangan status kerajaannya setelah melangsungkan pernikahan dengan orang biasa, Selasa (26/10/2021).

Lo, Bupati Batang Kok Ngamuk-Ngamuk Liat Proyek Islamic Center

Bupati Batang, Wihaji, ngamuk saat melihat progres pembangunan proyek Islamic Center Batang.

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Presiden Jokowi: Tetap Taat Prokes!

Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Elite PKS Berseloroh Dukung Ganjar Capres, Indikasi Menyeberang?

PKS, kata Mardani, memiliki prinsip bekerja sama dengan sosok-sosok yang memiliki integritas tanpa memandang ras, agama, ataupun sukunya.

Pengamat: PDIP Takkan Pecah Selagi Masih Ada Mega

Diamnya Megawati justru perlu dimaknai bahwa dia sedang mengamati dan menganalisis perkembangan dari segala aspek

Teks atau Isi Sumpah Pemuda dan Sejarahnya 28 Oktober 1928

Berikut ini terdapat isi atau teks Sumpah Pemuda beserta sejarah singkatnya pada 28 Oktober 1928.

Aplikasi Signal Milik Korlantas Hilang dari Playstore, Ini Sebabnya

hilangnya aplikasi Signal dari Playstore bukan karena adanya sabotase pihak tertentu tetapi dimatikan sementara oleh Google.

Disebut Liburan Pakai Fasilitas Kantor, Ini Tanggapan Dirut Garuda

Dirut Garuda Indonesia enggan menanggapi isu yang dilontarkan Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) yang menyebut dirinya berlibur menggunakan fasilitas kantor.

3 Bulan Rintis Bisnis, Mahasiswa Malah Terjerat Pinjol Ilegal Rp19 Juta

Untuk menutupi utang dari pinjol ilegal itu ia meminjam di tempat pinjol lainnya hingga mencapai 14 aplikasi dengan total pinjaman mencapai Rp19 juta.

Hore! BLT Subsidi Gaji Cair Lagi, Cek di Sini Siapa Tahu Namamu Masuk

BSU atau BLT subsidi gaji upah kembali cair untuk 1,7 juta penerima. Untuk mengeceknya kamu bisa melihatnya di sini!

Polisi Tembak Polisi: "Kamu Sudah Sering Saya Ingatkan!" Doooor...

Sebelum akhirnya menembak HT menggunakan senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara, pelaku dikatakan Hari, sempat menyampaikan sebuah kalimat yang berisi peringatan.

Jawa Tengah Siapkan Skenario Mencegah Gelombang Ketiga Covid-19

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sekarang sedang memperhitungkan secara saksama agar ancaman gelombang ketiga itu tidak terjadi.