Jokowi Dorong G20 dan B20 Aktif di Pemulihan Ekonomi Global

Presiden mengatakan Covid-19 mengajarkan pada semua pihak bahwa pandemi bukan hanya menjadi masalah namun sekaligus menjadi peluang untuk tumbuh lebih baik.

 Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada acara Peresmian Gerakan Akselerasi Generasi Digital yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Rabu, (15/12/2021).  (Foto: BPMI)

SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada acara Peresmian Gerakan Akselerasi Generasi Digital yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Rabu, (15/12/2021). (Foto: BPMI)

Solopos.com, JAKARTA — Presiden RI Joko Widodo mengatakan Presidensi G20 Indonesia mengajak kelompok G20 dan komunitas B20 berkolaborasi menciptakan aksi nyata untuk pemulihan ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam peresmian pembukaan B20 Inception Meeting, dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, sebagaimana disaksikan secara virtual, Kamis (27/1/2022) malam.

PromosiPemajuan Demokrasi Butuh Budaya Politik Santun

“Presidensi G20 Indonesia mengajak G20 dan B20 untuk berkolaborasi menciptakan terobosan-terobosan dan aksi nyata untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global,” jelas Presiden Joko Widodo seperti dikutip dari Antara.

Presiden mengatakan Covid-19 mengajarkan pada semua pihak bahwa pandemi bukan hanya menjadi masalah namun sekaligus menjadi peluang untuk tumbuh lebih baik.

Baca Juga: G20 Berpotensi Untungkan UMKM Rp1,7 Triliun dan 33.000 Lapangan Kerja

Presiden mengajak kelompok G20 dan B20 untuk memanfaatkan peluang tersebut guna mewujudkan tata kelola dunia yang lebih adil, memberikan kesejahteraan dan kemakmuran serta menjamin pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Sejalan dengan fokus utama Presidensi G20 Indonesia, ada 3 hal peluang utama yang harus kita manfaatkan. Pertama, transisi menuju green economy. Kedua, tren digital economy yang semakin pesat, dan ketiga, perbaikan arsitektur kesehatan global yang lebih responsif dalam menghadapi pandemi global,” jelas Presiden.

Dalam hal transisi menuju ekonomi hijau, Presiden mengharapkan kontribusi komunitas B20 untuk mempercepat transformasi energi yang mulus tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat kecil.

Menurut Presiden, solusi global dalam hal pendanaan dan kemitraan merupakan agenda yang harus menjadi perhatian utama, termasuk alih teknologi untuk mendorong produksi berbasis ekonomi hijau.

Baca Juga: Ilmuwan dan Sains Terlibat agar Hasil G20 Tak Berhenti di Meja Diskusi

“Kita mengundang investasi yang bisa mendorong nilai tambah yang saling menguntungkan,” jelasnya.

Dalam hal tren digital ekonomi yang kian pesat, Presiden menekankan bahwa Indonesia memberikan perhatian serius pada pengembangan teknologi digital terutama yang memiliki kontribusi langsung kepada pemberdayaan UMKM dan pengembangan SDM.

Presiden menekankan dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan daya beli yang terus meningkat pesat, Indonesia sangat menarik untuk berinvestasi pada infrastruktur ekonomi digital.

“Kami ingin mengundang investasi yang memberikan kesempatan pada seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari transformasi ekonomi digital,” katanya.

Baca Juga: Sip! Mobil Listrik Bikinan Lokal akan Dipakai di 2 Bandara dan G20

Terakhir dalam hal perbaikan arsitektur kesehatan global, Indonesia mengajak komunitas B20 untuk berkolaborasi memobilisasi sumber daya guna membiayai inovasi serta pemerataan produksi vaksin, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan.

Presiden menyampaikan Indonesia telah mendorong investasi di sektor kesehatan guna pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. Pada tahun 2021, kata Presiden, pengeluaran pemerintah pusat dan daerah untuk sektor kesehatan mencapai 34,77 miliar dolar AS.

“Kita akan memprioritaskan pembelian farmasi dan alat-alat kesehatan yang diproduksi di dalam negeri. Prinsipnya kalau sudah bisa diproduksi di dalam negeri anggaran pemerintah tidak akan membeli yang impor, oleh karena itu kami mengundang investasi di sektor kesehatan di Indonesia yang sekaligus memperkuat sistem ketahanan kesehatan global,” jelasnya.

Di akhir sambutannya Presiden menyatakan sangat berharap komunitas B20 akan memberikan tawaran-tawaran konkret yang bisa menjadi bagian dalam capaian konkret KTT G20.

“Kemitraan publik dan swasta global harus kita orkestrasi untuk memberikan solusi global. Indonesia sebagai negara dan sebagai Presidensi G20 berkomitmen dan bekerja keras untuk memberikan kontribusi untuk dunia yang tumbuh inklusif dan berkelanjutan. Terima kasih,” kata Presiden Jokowi.

Sumber: Antara

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Stok Melimpah, Jokowi Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng

Menurut Jokowi, dirinya kembali membuka ekspor minyak goreng karena pasokan di pasar melimpah pada bulan ini.

Fajar Kebangkitan Industri Penerbangan Makin Terang

Pemulihan industri penerbangan telah mulai di sejumlah negara. Mudik Lebaran 2022 menjadi laksana fajar merekah pertanda pemulihan industri penerbangan domestik Indonesia.

Sosok Lin Che Wei, Pembongkar Kasus Lippo yang Terjerat Kasus Migor

Analisis Lin Che Wei sempat menuai kontroversial karena membongkar skandal di Bank Lippo pada 2003.

Dea Onlyfans Hamil dan Minta Tak Ditahan, Ini Aturan Hukumnya

Dea OnlyFans meminta polisi tidak menahannya karena dirinya sedang berbadan dua.

Keren! Pemilik Miyago Naknan Dapat Suntikan Dana dari Menteri Investasi

Bukan hanya pemilik Miyago Naknan, terdapat tiga mahasiswa lainnya yang juga memperoleh suntikan dana segar dari Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.

Pulau Terkecil di Dunia Ternyata di Indonesia, di Sini Lokasinya

PBB mengakui Pulau Simping di Singkawang Kalimantan Barat merupakan pulau terkecil di dunia.

Pentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

Setelah puluhan tahun Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) bungkam mengenai fenomena UFO (Unidentified Flying Object) atau benda terbang tak dikenal, akhirnya mereka buka suara pada audiensi publik pertama, Selasa (17/5/2022), yang dapat ditarik kesimpulan bahwa fenomena tersebut bukan fiksi dan dianggap sebagai ancaman serius.

Kinerja Kabinet Jokowi Kian Terpuruk karena Menteri Sibuk Kampanye

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengatakan manuver politik para menteri Jokowi tidak hanya menimbulkan persoalan moral dan etika, tapi juga kontradiksi kompleksitas sistem presidensial.

Kisah Pilu Medusa, Wanita Cantik Jelita yang Dikutuk Berambut Ular

Dalam mitologi Yunani, Medusa dikenal sebagai sosok wanita cantik jelita yang dikutuk berambut ular namun memiliki kekuatan yang mematikan.

Semangat Merdeka Belajar untuk Pemulihan Pendidikan Asia Pasifik

Sistem pengajaran yang memerdekakan adalah jalan terbaik memulihkan sektor pendidikan di kawasan Asia Pasifik. Semua negara di kawasan ini harus bekerja sama memulihkan sektor pendidikan.

Hadir di UKSW, Menteri KKP Ungkap Strategi Ekonomi Biru dan Riset PT

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam ajang Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Leaders Forum hari ke-2 yang berlangsung di Balairung Universitas.

Mengintip Isi Cawet, Desa Nan Indah di Pemalang

Inilah pemandangan indah di Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

PT BSI (BRIS) Akan Right Issue Kuartal III/2022, Segini Nilainya

Kuartal III/2022, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. (BRIS) akan melakukan right issue sebagai upaya penambahan modal.

Siapa Wirda Mansur yang Bilang Paytren Baik-Baik Saja?

Di Paytren Wirda Mansur menjabat Direktur Inovasi & Pengembangan.

Ketika Pemain Kendang Mengacau, Humor dan Dagelan ala Srimulat

Film Srimulat: Hil yang Mustahal diawali adegan kelompok lawak Srimulat yang sedang populer terganggu penampilannya karena kemunculan pemain kendang yang lebih lucu bernama Gepeng (Bio One).

Wirda Mansur dan Kuasa Hukum Paytren Beda Suara, Siapa yang Bohong?

Pernyataan Wirda Mansur itu berbeda dengan pengakuan kuasa hukum Paytren yang menjadi wakil dalam perundingan tripartit atas gugatan 14 karyawan di Kantor Disnaker Bandung.