Presiden Jokowi menyampaikan keterangan kepada wartawan seusai bertemu dengan Presiden ketiga RI BJ Habibie di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5/2019). (Antara-Puspa Perwitasari)

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melakukan perombakan atau reshuffle jajaran kabinet pada 20 Oktober 2019. Kabar nama-nama menteri yang diprediksi akan diganti pun kian santer terdengar.

Juru Bicara Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi-Maruf Amin, Razman Arif Nasution, mengatakan reshuffle kali ini terkait menteri yang diduga sedang tersandung kasus korupsi.

Razman mengatakan reshuffle kabinet tersebut merujuk kepada menteri-menteri yang namanya mencuat dalam kasus yang tengah didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meskipun belum bisa memastikan, namun Razman belajar dari kebiasaan Presiden Jokowi mengganti menteri-menteri yang bermasalah.

"Karena beberapa menteri sekarang diduga tersangkut dengan masalah hukum di KPK," kata Razman saat dihubungi Suara.com, Sabtu (22/6/2019).

Razman menyatakan, dirinya tidak mengetahui apabila ada pembahasan tersebut. Akan tetapi, Razman menganggap hal tersebut bisa terjadi karena kebiasaan yang dilakukan Jokowi.

"Itu hak preogratif presiden tapi membaca sinyal dengan cara-cara presiden, kebiasaan kita lihat itu bisa saja terjadi," tandasnya.

Untuk diketahui, dari perjalanan kasus-kasus yang tengah diproses KPK, setidaknya ada dua nama menteri yang pernah atau akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Sebut saja nama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap distribusi pupuk kepada anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Enggar dipanggil KPK untuk dimintai keterangan pada 2 Juli mendatang.

Selain itu ada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang ikut disebut-sebut dalam kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama. Terakhir, Lukman tidak memenuhi panggilan pemeriksaan untuk menjadi saksi dua terdakwa kasus tersebut yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin. Dalam keterangannya, Haris menyebut telah memberikan Rp50 juta kepada Lukman.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten