SOLOPOS.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (tengah), Ketua Badan Pemenangan Pemilu Puan Maharani (kedua kanan), Gubernur DKI Jakarta sekaligus calon presiden Joko Widodo alias Jokowi (kedua kiri), Iriana Joko Widodo (kiri), dan putra Megawati Soekarnoputri Prananda Prabowo alias Nanan, menunjukkan jari seusai mencoblos di TPS 35 Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, SOLO – Gelombang penolakan terhadap Puan Maharani jadi cawapres Jokowi menguat. Beberapa saat setelah berita capres PDIP, Jokowi akan menggandeng putri Megawati Soekarnoputri itu mencuat, komentar miring terus bertebaran. Dari pernyataan golput hingga menuduh PDIP buat skenario Puan jadi Presiden.

Elektabilitas Puan Maharani memang terbilang tinggi sebagai caleg DPR untuk Dapil Jawa Tengah V pada pemilihan legislatif lalu. Tapi beda soal ketika trah Soekarno ini dirumorkan akan maju sebagai cawapres Jokowi. Penolakan terus bergulir. Bukan hanya dari mantan ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, netizen juga kecewa berat.

Promosi Cerita Penjual Ayam Kampung di Pati Terbantu Kredit Cepat dari Agen BRILink

Beberapa saat setelah portal berita Solopos.com, Sabtu (17/5/2014), memberitakan Walikota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menolak Puan Maharani jadi cawapres Jokowi, gelombang penolakan meningkat. Di jejaring sosial dan situs berita terkait banyak yang mengeluarkan pernyataan kerasnya.

Netizen menganggap Puan tak begitu cocok dampingi Jokowi. Beberapa diantaranya menyampaikan akan golput jika Puan benar-benar jadi cawapres Jokowi.

“Ra sida milih jokowi neknuw,” kata Tri Widodo di facebook. Senada, Nael Putra juga menyatakan “Yen puan q pilih golput wae.” Komentar serupa juga bisa dengan mudah ditemui di laman Facebook Solopos.

Banyak yang mengeluarkan komentar bernada kecewa. Dari yang memprediksi elektabilitas Jokowi bakal merosot tajam, hingga yang paling ekstrem, menuduh Jokowi dimanfaatkan Megawati untuk mendorong putrinya maju.

“wahh kalau sdh kejebak gini gimana ….? nanti tengah jalan ke pemimpinan malah tergeser dan puan naik……persis ky kasusnya kyai Gus dur dulu?……,” Ririk Mumindiari

“Setuju!!!!! Jokowi hruus punya prinsip jgan manut ajaa sma bu mega…,” Rizki Fajar Kusumo Putro

Pemberitan Rudy tolak Puan jadi cawapres Jokowi juga menyisakan pujian. Rudy dinilai berani bersikap. “Syukurlah masih ada org yang berani menyampaikan apa yg seharusnya disampaikan.Tuhan memberkati Pak Rudy,” Willy F. Taneh.

Rudy Tolak Puan Jadi Cawapres

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Rudy secara tegas menolak Puan Maharani, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (BPP) PDIP sebagai cawapres Jokowi. Rudy mengatakan atas nama pribadi dia menolak keras pencapresan Puan Maharani.

“Mestinya cawapres itu dari luar PDIP. Masak PDIP semua, ambil dari luar PDIP yang masuk koalisi,” kata dia seusai membuka acara di SMPN 1 Manahan Solo, Sabtu pagi tadi.

Rudy menyayangkan adanya orang-orang pembisik di sekitar Puan Maharani yang mendorong Puan untuk maju sebagai cawapres.

Nama Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menguat menjadi calon wakil presiden (cawapres) Jokowi pada saat-saat terakhir menjelang pendaftaran pasangan capres.

Kabarnya Ketum PDIP Megawati sudah mantap menduetkan Jokowi-Puan ke Pilpres. “Pertimbangan Megawati cukup sederhana, Jokowi meski kader tapi bagaimanapun adalah outsiderdan PDIP akan kesulitan mengontrol dan mengarahkan Presidennya bila wakilnya juga adalah orang luar, oleh karena itu dipilihlah Puan Maharani yang merupakan trah Soekarno,” kata sumber, Jumat (16/5/2014).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya