Jokowi Banggakan 9 Menteri Perempuan, Prabowo: Kami Didukung Emak-Emak
Jokowi dan Prabowo. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA - Debat Pilpres 2019 antara dua pasangan calon (paslon) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berlanjut di sesi tanyak jawab diantaran kedua paslon. Jokowi mengawali sesi ini dengan bertanya kebijakan berperspektif gender.

"Dalam visimisi bapak menyebutkan setiap kebijakan berperspektif gender, dan pemberdayaan perempuan. Tapi saya lihat di partai bapak tidak banyak pejabat tinggi yang perempuan. Bagaimana bapak menjawab inkosistensi ini," tanya Jokowi.

Menanggapi hal ini, Prabowo mengakui ada kelemahan dalam pendistribusian gender dalam mengisi jabatan strategis di partainya yaitu Partai Gerindra. Namun Prabowo mengaku partainya baru. "Pada saat penyusunan kita tentu memilih dan menunjukkan yang paling pertama dan yang paling mau," katanya.

Namun, Prabowo menegaskan Gerindra memiliki sayap partai bernama Perempuan Indonesia Raya. "Dan kita punya susunan caleg, mungkin terbanyak di indonesia yang memajukan," ungkap Prabowo.

Prabowo lantas mengaku belum puas. "Kita mengakui ini sebuah perjuangan, kita belum puas, kita membuka perempuan, emak-emak, pendukung kita yang militan sekarang emak-emak," katanya.

Menanggapi pernyataan Prabowo, Jokowi mengaku tak perlu menanggapi. "Sebetulnya saya tidak harus menjawab lagi karena Prabowo sudah mengakui," sebutnya.

Jokowi lantas mencontohkan dirinya telah mendistribusikan jabatan dengan basis gender. "Kalau saya ada 9 menteri perempuan, yang menempati tempat strategis," katanya.

Menanggapi hal ini, Prabowo lantas menyebut rekruitmen berbasis gender tidak lantas menguntungkan. "Saya kira susah, sekarang masyarakat menilai, ada pejabat yang bapak maksud menunjukkan kerugian-kerugian besar bagi bangsa dan rakyat," ungkapnya.

"Kalau masyarakat bilang gender kita bisa cari. Tapi tak hanya itu. Harus perempuan yang cakap dan pro rakyat," imbuhnya lagi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom