Arsul Sani (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato Visi Indonesia menyampaikan posisi oposisi sama terhormat dengan koalisi. Hal ini dinilai menjadi sinyal untuk mengajak partai di luar koalisi. 

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan bahwa pemerintahan sehat dan demokrasi yang baik perlu ada keseimbangan yang memadai. Oleh karena itu tidak semua partai di parlemen harus diajak menjadi koalisi. 

“Nah, kalau sekarang kita lihat partai politik di KIK [Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Amin] sudah 60 persen. Ada 4 partai lain yang punya kursi di parlemen yang beroposisi saat ini adalah non KIK,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/7/2019).

Arsul menjelaskan bahwa tidak mungkin apabila semua partai oposisi harus diajak bergabung. Keputusan apakah akan menambah atau tidak akan dibahas dalam pertemuan khusus. 

“Itulah yang akan dibahas. Saya kira dalam pertemuan para ketua umum partai politik dengan Jokowi karena beliau sudah menyampaikan untuk ini, sebelum diputuskan terlebih dahulu akan bicara dengan ketum parpol koalisi,” jelasnya. 

Pertemuan tersebut rencananya akan diadakan pada bulan ini. Dalam pertemuan itu, Arsul menuturkan bahwa akan ada pembahasan soal postur kabinet. 

“Beliau [Jokowi] kan juga memberikan sinyal perampingan walaupun tidak berarti kementerian dirampingkan,” ucapnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten