Joko Sutopo Tegaskan Wakil Bupati Wonogiri Bukan Ban Serep
Pasangan Joko Sutopo-Setyo Sukarno. (Solopos.com-Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Bupati terpilih Wonogiri, Joko Sutopo, tidak akan menjadikan wakilnya, Setyo Sukarno, sekadar “ban serep” dalam menjalankan pemerintahan pada periode II mendatang. Lelaki yang akrab disapa Jekek itu akan membagi peran dengan Setyo.

Langkah semacam itu, menurutnya sebagaimana dilakukannya saat bersama Edy Santosa pada periode I 17 Februari 2016-17 Februari 2021. Joko Sutopo tak mempermasalahkan adanya pandangan orang mengenai posisi wakil hanya sebagai “ban serep” atau “pemain cadangan”.

Menurut dia, bupati dan wakil bupati berjalan beriringan. Keduanya memiliki peran penting dalam pengambilan kebijakan.

Baca Juga: Peluang Bisnis Camilan

Masyarakat harus memahami kebijakan daerah merupakan hasil pemikiran bupati bersama wakil bupati dan seluruh perangkat terkait, bukan buah pemikiran bupati saja.

“Suatu kebijakan/program daerah memang yang menetapkan bupati. Orang tahunya itu kebijakan bupati. Tapi, sesungguhnya kebijakan dibuat atas koordinasi dan kontribusi pemikiran wakil bupati juga. Capaiannya juga menjadi capaian bersama, karena memang bupati dan wakil bupati sifatnya kolektif kolegial,” kata dia saat dihubungi, belum lama ini.

Kolektif Kolegial

Kolektif kolegial adalah sistem kepemimpinan yang melibatkan berbagai pihak terkait dalam mengeluarkan keputusan atau kebijakan melalui mekanisme tertentu.

Baca Juga: Peluang Bisnis Makanan Beku

Meski wakil bupati merupakan jabatan pertama yang diduduki Setyo, tetapi Joko Sutopo merasa harus banyak belajar kepada Setyo. Itu karena dia menilai Setyo lebih berpengalaman dalam banyak hal, baik dalam kancah perpolitikan maupun sistem pemerintahan.

Setyo adalah seniornya dalam organisasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP. Keduanya saat ini menduduki jabatan struktural di Dewan Pimpinan Cabang. Joko Sutopo sebagai ketua, sedangkan Setyo sekretaris.

Dalam sistem pemerintahan Setyo juga berkecimpung jauh lebih lama dari pada dirinya melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD. Setyo menjadi wakil rakyat dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri sejak 25 tahun lalu.

Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Waralaba

Dia bahkan diberi mandat menjadi Ketua DPRD selama dua periode, meski periode kedua tidak bisa dijalankan sampai akhir masa jabatan karena berkontestasi pada pemilihan kepala daerah 2020 lalu.

“Bicara soal Pak Setyo beliau itu dalam kapasitas kepartaian senior saya. Dalam pemerintahan beliau jauh lebih senior lagi dari pada saya. Beliau itu berada di parlemen selama 25 tahun. Saya harus banyak belajar kepada beliau,” imbuh Joko Sutopo.

Dia memaknai bupati dan wakil bupati ibarat organ tubuh yang berpasangan, seperti tangan, kaki, mata, dan sebagainya. Berjalan akan goyah jika hanya dengan satu kaki. Itu menunjukkan pentingnya peran wakil bupati. Bukan sekadar saling melengkapi, tetapi saling mendukung dan menguatkan.

Baca Juga: 7 Tanaman Ini Kata Fengsui Bawa Hoki & Kekayaan

Wakil bupati juga punya peran penting dalam penanganan kemiskinan, yakni sebagai ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah. Dalam konteks Wonogiri, penanganan kemiskinan menjadi roh utama dalam visi-misi Joko Sutopo-Setyo.

Pastikan Taget Tercapai

Joko Sutopo bersama Setyo akan merealisasikan program bersangkutan untuk mewujudkan target satu digit angka penduduk miskin. “Bupati dan wakil bupati sama-sama penting. Langkah bupati tanpa dukungan wakil bupati tidak akan stabil. Bupati-wakil bupati adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan,” ujar Joko Sutopo.

Terpisah, Setyo tak memungkiri pandangan mengenai wakil hanya sebagai “ban serep” selalu melekat. Menurut dia pandangan itu tak sepenuhnya benar, terutama dalam konteks wakil bupati.

Baca Juga: Akhirnya, Dayana Jadi Trending Topic Twitter Juga

Buktinya, Edy saat menjadi Wakil Bupati 2016-2021 lalu menjalankan banyak tugas penting. Atas kerja sama yang baik antara Edy dan Joko Sutopo selaku Bupati saat itu menciptakan program yang hasilnya memberi manfaat besar bagi masyarakat.

“Pak Joko Sutopo dan Pak Edy saling berbagi peran sehingga kesan Pak Edy hanya sebagai “ban serep” tidak ada. Contoh gampangnya dalam hal sambutan suatu acara. Saat keduanya hadir mereka sama-sama memberi sambutan,” ucap Setyo.

Sebagai informasi, Joko Sutopo dan Setyo dijadwalkan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati secara virtual di pendapa rumah dinas bupati kompleks Sekretariat Daerah, Jumat (26/2/2021) pagi mendatang. Keduanya sebelumnya memenangi pemilihan kepala daerah, 9 Desember 2020 lalu, dengan memperoleh suara lebih dari 83%.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkini Lainnya








Kolom