Tutup Iklan

Joglo Sriwedari Dirobohkan, Hilanglah Ruang Interaksi Warga Solo

Joglo Sriwedari Dirobohkan, Hilanglah Ruang Interaksi Warga Solo

SOLOPOS.COM - Joglo Sriwedari di Taman Sriwedari Solo. (Dok/JIBI/Solopos)

Rencana Pemkot Solo untuk merobohkan joglo Sriwedari dinilai akan menghilangkan ruang interaksi warga Solo.

Solopos.com, SOLO -- Pemerhati budaya menyesalkan rencana perobohan Joglo Sriwedari di Taman Sriwedari. Hilangnya area publik tersebut bakal semakin mengikis ruang interaksi masyarakat yang selama ini bisa mempersatukan berbagai elemen masyarakat melalui seni budaya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata sebagai pengelola Joglo Sriwedari untuk menghentikan segala aktivitas di joglo tersebut paling lambat sampai akhir Maret. Hal itu dilakukan agar tak ada pihak yang menyewa joglo sehingga Dinas PUPR bisa meratakannya dengan tanah tanpa terganjal kesepakatan kerja sama dengan pihak ketiga. (Baca: Joglo Sriwedari Dirobohkan, Tak Boleh Ada Aktivitas Setelah Maret)

Bangunan yang identik dengan Taman Sriwedari tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Sriwedari dan masuk dalam rencana kompleks Masjid Taman Sriwedari. Sejarawan Solo, Heri Priyatmoko, menilai tindakan tersebut kian menunjukkan Pemkot Solo memang abai terhadap ruang srawung warga.

Ia mengatakan harmoni sosial yang sejati tidak dibangun di mal atau tempat ibadah, melainkan di ruang publik yang tak memperkarakan agama, ekonomi, dan etnis. Menurutnya, joglo tersebut sudah puluhan tahun mampu menampung harmoni tanpa sekat sosial. Bahkan, tukang becak dan buruh pabrik tak canggung berbaur dengan kelas yang lebih tinggi.

“Mereka enjoy menikmati latihan tari, keroncong, hingga sekadar main catur. Pandangan elok ini bakal raib gara-gara keputusan Pemkot yang terlalu memaksakan kehendak dan mengorbankan sisi yang lebih manusiawi,” terangnya saat dihubungi Solopos.com, Senin (19/2/2018).

Joglo tersebut menurutnya merupakan penanda kebudayaan di Solo masih berdenyut. Gerak dinamis seni budaya bisa diukur dengan adanya joglo itu karena bangunan itu dipakai masyarakat lintas kelas melatih kreativitas seni, berinteraksi sosial, dan melepas lelah.

“Kita terengah-engah kalah mengikuti kemajuan kota yang dipacu dengan mengabaikan slogan Jokowi ‘Solo Sekarang adalah Solo Tempo Dulu.’ Ada baiknya saat Presiden pulang diminta menilai sejauh mana spirit itu kini melenceng,” kata dia.

Ia menyebut tindakan merobohkan joglo sebagai aksi yang menyimpang dari spirit kebudayaan. Ia mencurigai aksi tersebut diam-diam dimaksudkan menghapus memori kolektif masyarakat tentang Kebon Raja atau Taman Sriwedari.

Heru mendorong adanya gerakan sosial dari berbagai kelompok komunitas untuk mengingatkan. Meski hanya bangunan kecil, joglo itu mampu melahirkan dan menyelamatkan berbagai komunitas seperti komunitas keroncong, komunitas tari, dan lainnya.

“Masyarakat ibarat punakawan yang berani menyemprit bila majikannya berbuat menyimpang dan mengecewakan masyarakat luas,” kata dia.

Meski Pemkot berdalih area joglo akan menjadi taman, tetapi ia mempertanyakan apakah masyarakat pantas menari, latihan break dance, balet, atau sekadar bermain catur di halaman masjid. Hilangnya joglo akan mereduksi kesempatan berinteraksi sosial masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Soeracarta Heritage Society, Yunanto Sutyastomo, mempermasalahkan alih fungsi joglo untuk perluasan masjid. Ia berpendapat seharusnya Pemkot Solo memikirkan aktivitas kesenian di Joglo Sriwedari.

“Itu yang pertama harus dipikirkan. Seperti keroncong yang setiap Jumat dan Minggu pentas atau latihan di joglo, mereka mau dipindah ke mana?” kata dia, Senin.

Lebih lanjut, dia mengatakan kalau memang nantinya joglo menjadi area masjid juga, itu berarti masjid yang dominan di sana. Padahal, posisi joglo berada di tengah Taman Sriwedari. “Kalau masjid yang dominan, berarti Sriwedari semakin kehilangan ruh sebagai ruang publik,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kendalikan Kasus Covid-19, Bupati Klaten Minta Jajarannya Tegas

Bupati Klaten meminta kepada Satpol PP bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk terus melakukan operasi penegakan protokol kesehatan.

Pemimpin Redaksi Media Online Ditembak Hingga Tewas di Mobil

Pemimpin redaksi media online di Simalungun diduga jadi pembunuhan. Ia ditemukan tewas di dalam mobil dengan luka tembak.

20 Karyawan Pabrik Garmen Brebes Ketahuan Covid-19 Saat akan Perpanjang Kontrak

20 Karyawan pabrik garmen di Brebes diketahui terpapar Covid-19 saat hendak perpanjang kontrak. Akhirnya mereka tidak dipekerjakan.

Hendak Salip Motor Tapi Gagal, Mobil Sedan Terbalik di Karangdowo Klaten

Mobil sedan yang dikemudikan remaja Karangdowo, Klaten, terguling setelah menabrak pembatas jembatan. Pengemudi mobil hendak menyalip motor tapi gagal.

Menutup Objek Wisata saat Weekend hingga Aturan Baru Hajatan

Objek wisata tutup saban Sabtu-Minggu pada pekan pertama dan ketiga. Khusus hajatan, tamu luar kota wajib menunjukkan surat bebas dari Covid-19.

Umbul Susuhan Klaten Ditutup, Sejumlah Pengunjung Kecele

Sejumlah pengunjung Umbul Susuhan Klaten kecele karena objek wisata air itu tutup pada Sabtu (19/6/2021). Bupati Klaten memerintahkan seluruh objek wisata ditutup pada pekan I dan III tiap bulannya.

Bangunan Eks SDN 2 Kragilan Sragen Disulap Jadi Tempat Isolasi Berkapasitas 120 Orang

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, akan menambah kapasitas Technopark untuk isolasi pasien Covid-19. Jika masih kurang, Bupati juga menyiapkan gedung eks SDN Kragilan jadi tempat isolasi.

Waduh, Giliran Pegawai Setda Pemkab Wonogiri Terpapar Covid-19

Covid-19 mulai merambah Setda Wonogiri. Sejumlah pegawai di Setda Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19. Belum ada penutupan kantor kecuali Inspektorat.

BAN Peringatkan Pemangku Kepentingan: Akreditasi Bukan Syarat Penerimaan!

Penerapan kebijakan akreditasi sekolah/madrasah atau institusi/lembaga pendidikan untuk penerimaan dapat menutup kesempatan lulusan terbaik.

Wow! Followers Instagram Cristiano Ronaldo Tembus 300 Juta

Cristiano Ronaldo belum lama ini membukukan rekor mencetak 11 gol dari lima kali Euro dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi Euro secara beruntun.

19 Bandar Narkoba LP Cipinang dipindah ke LP SMS di Nusakambangan

Kemenkum HAM memindahkan 19 bandar narkoba dari LP Cipinang ke LP Nusakambangan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Semangat! Warga Lansia Sragen "Piknik” Naik Kereta Mini Demi Ikuti Vaksinasi

Warga lansia di lingkungan RT 007, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, menaiki kereta mini menuju puskesmas yang jaraknya 5 km.