Jogjavaganza Pertemukan Travel Agent Nusantara dengan Pelaku Pariwisata Jogja
Aktivitas pemasaran produk pariwisata Jogja dalam event Jogjavaganza Table Top di Hotel Harper Mangkubumi, Rabu (21/2/2018). (Harian Jogja / Holy Kartika N.S)

Travel agent dari seluruh Indonesia diundang untuk melihat potensi produk pariwisata Kota Jogja

Solopos.com, JOGJA-Bidik wisatawan domestik di masa low season, ratusan buyer yakni dari para ravel agent dari seluruh Indonesia diundang untuk melihat potensi produk pariwisata Kota Jogja.

Berbagai produk paket wisata, kuliner hingga kerajinan dihadirkan dalam Jogjavaganza Table Top yang digelar di Hotel Harper Mangkubumi, Rabu (21/2/2018).

"Melalui acara ini, kami berharap bisa mendatangkan wisatawan di masa low season ini. Terutama wisatawan domestik," ujar Kabid Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Jogja, selaku panitia Jogjavaganza Table Top,  Yetti Martanti.

Yetti mengatakan kegiatan ini menpertemukan seller yakni pelaku wisata dari Kota Jogja dengan buyer yakni para pelaku wisata dalam hal ini travel agent dari 36 kabupaten dan kota se Indonesia. Ada kurang lebih 120 buyer yang diundang.

"Termasuk para buyer dari kota-kota yang memiliki direct flight ke Jogja, kurang lebih ada 16 kota yang memiliki rute penerbangan langsung ini," imbuh Yetti.

Yetti mengungkapkan diharapkan melalui Jogjavaganza Table Top ini, produk-produk pariwisata Jogja dapat semakin dikenal oleh masyarakat dari luar Jogja. Di mana ke depannya, para buyer ini diharapkan bisa membawa banyak wisatawan dari daerahnya ke Jogja, sehingga jumlah wisatawan ke Jogja terus meningkat dan mendorong lama tinggal wisatawan di kota ini.

Lebih lanjut Yetti memaparkan produk yang dapat dijual cukup beragam. Tidak hanya dapat menjual paket-paket wisata, tetapi juga potensi kuliner hingga akomodasi yakni perhotelan.

"Wisatawan domestik itu kebanyakan menyukai wisata belanja. Jadi Malioboro masih jadi andalan. Namun, kami juga mendorong potensi lainnya dari kuliner, destinasi wisata populer, serta paling utama adalah wisata budayanya," papar Yetti.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DIY, Udhi Sudiyanto menambahkan dengan adanya Jogjavaganza Table Top ini ada kesempatan untuk memasarkan potensi pariwisata Jogja secara langsung kepada buyer. Selain itu, selama ini banyak promosi wisata yang menyasar wisatawan kelas atas.

"Melalui acara ini, ada segmen lain yang bisa disasar. Di mana kami jadi bisa menyasar wisatawan low budget. Jadi banyak hotel-hotel non bintang atau hotel bintang tiga ke bawah yang berpartisipasi di table top ini," ungkap Udhi.

Sementara itu, rangkaian acara Jogjavaganza Table Top dilaksanakan pada tanggal 20-23 Februari 2018 di Hotel Harper. Di mana diikuti sedikitnya 71 booth terdiri dari Saler Hotel, Saler Restoran, Saler Objek Wisata dan Saler Pusat Oleh-oleh di Jogja.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom