Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menjenguk Presiden ketiga RI BJ Habibie di RSPAD, Jakarta, Selasa (10/9/2019). (Antara - Galih Pradipta)

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Minggu (10/11/2019). Upacara tersebut dihadiri pula oleh Ketua Veteran DKI Jakarta Purnawirawan Laksma Adi Mulyo.

Pada kesempatan tersebut, Adi Mulyo di hadapan Anies Baswedan, ia berpesan kepada generasi muda untuk tidak korupsi dan jangan terlalu rakus.

"Kamu [pemuda] jangan korupsi. Tidak boleh korupsi. Pamrih ada tapi jangan terlalu rakus," jelas Adi Mulyo yang dikutip dari Suara.com, Minggu (10/11/2019).

Baca Juga: Di Hari Pahlawan, Claudia Emmanuela Santoso Juarai The Voice Jerman

Ia juga mengajak para pemuda untuk melanjutkan perjuangannya yang telah dilakukan pada zaman dahulu. "Ini harus diwakili, diteruskan oleh para pemuda kita. Nilai '45 harus diwarisi. Jangan berhenti, terus berlanjut demi negara Indonesia adil dan makmur," tambahnya.

Sontak pesan Adi Mulyo tersebut ramai menjadi perbincangan netizen. Banyak netizen yang menyebut pernyataan Adi Mulyo tersebut menyindir Anies Baswedan. Seperti yang diutarakan oleh Andi_Asoq, Sulistio Utomo, dan Bandi Aje.

Baca Juga: Polisi Bekuk Penipu Bermodus Perbaiki Mobil Saat Sekaten di Solo

"Wajah Wan Abud [Anies Baswedan] kelihatan terhenyak dan tidak happy mendengar sindiran dari veteran. Jangan korupsi dan jangan rakus. Wkwkwk," tulis @Andi_Asoq.

"Tuh lihat wajahnya disindir sama veteran dibilang jangan rakus," tambah Sulistio Utomo.

"Itu mah nyindir di sebelahnya. Enggak enak mau ngomong langsung. Lihat saja mukanya langsung mengkerut, wkwkwkwk," lanjut Bandi Aje.

Baca Juga: Hasil & Klasemen Liga Italia Pekan Ke-12: Milan Dibenamkan Juve

Sementara itu, menanggapi pesan tersebut, Anies Baswedan meminta untuk para veteran untuk diberi penghormatan dan bukan hanya didoakan saat upacara.

"Ini bentuk penghormatan kami kepada orang-orang yang berjasa pada bangsa dan negara. Bukan sekedar didoakan saat upacara, tapi diringankan hidupnya, khususnya saat di masa tua dan juga keluarganya. Itu yang dilakukan di Jakarta," kata Anies.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten