Jika Tiru Lockdown Italia, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Seorang tentara terlihat di Plaza Duomo setelah dekrit pemerintah untuk melakukan lockdown seluruh Italia, 10 Maret 2020. (Reuterus-Flavio Lo Scalzo)

Solopos.com, SOLO – Italia menjadi salah satu negara yang hingga kini masih menerapkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown. Hal ini dilakukan usai penyebaran virus corona Covid-19 di negara itu masih parah.

Dilansir Image.ie, Italia telah menghentikan banyak acara besar olahraga salah satunya Liga Italia dari Serie-A hingga divis amatir. Acara terorganisir lain juga ditiadakan selama masa karantina wilayah.

Pasien Asal Sukoharjo yang Meninggal di RSUD Moewardi Solo Positif Corona?

Bioskop, museum, diskotik dan tempat-tempat umum lainnya juga ditutup. Semua pertemuan keagamaan termasuk pernikahan dan pemakaman ditunda.

Tempat ibadah masih dibuka untuk tapi tidak untuk tempat acara berkumpul. Selain itu, pengunjung tempat ibadah harus memastikan jarak satu meter antara satu orang dengan orang lainnya.

Selain acara besar, sekolah dan universitas ditutup selama masa lockdown. Sangat dimungkinkan untuk melaksanakan kelas dan kegiatan belajar mengajar di tingkat universitas secara online.

Khawatir Dampak Covid-19, Keluarga Kedutaan Amerika Diminta Tinggalkan Indonesia

Namun, penelitian dan pekerjaan laboratorium masih diizinkan asalkan dilakukan sesuai dengan langkah-langkah kebersihan yang tepat.

Lockdown di Italia

Pemerintah Italia juga memastikan semua warganya untuk sebisa mungkin tidak keluar rumah. Ada larangan mutlak untuk meninggalkan rumah bagi siapa saja yang dinyatakan positif virus corona.

Sementara mereka yang mengalami gejala seperi demam, batuk dan pilek disarankan untuk tetap tinggal di rumah dan menelepon dokter serta menghindari kontak dengan orang lain.

Pasien Meninggal Corona Asal Semanggi Solo: Anak, Istri, Kerabat Dinyatakan Positif

Warga diizinkan meninggalkan rumah untuk membeli bahan makanan dan barang-barang penting lainnya. Pemerintah menyarankan agar tidak ada “panic buying” dan mengatakan warga jangan membeli makanan sekaligus karena akses berbelanja akan diberikan.

Pergi bekerja masih diizinkan meski lebih disarankan untuk bekerja di rumah jika memungkinkan. Residen yang bukan WN Italia boleh pergi bekerja keluar dengan syarat membawa surat atau dokumen resmi untuk membuktikan mereka bekerja kepada otoritas lokal.

Surat dan dokumen mungkin akan diminta saat residen bepergian ke luar. Wisatawan juga dapat memperoleh dokumen tersebut.

Pasien Positif Corona di RSUD Madiun Bertambah Jadi 8 Orang, Semuanya Warga Magetan

Fasilitas Umum

Warga diizinkan menggunakan bus, taksi, dan kereta api untuk menuju dan pulang kerja selama memegang dokumen yang relevan.

Saat ini tidak ada pembatasan transportasi barang karena dianggap kebagai kebutuhan. Kurir angkutan juga masih beroperasi.

Taman akan tetap dibuka untuk alasan lokasi berolahraga tetapi pemerintah menyarankan untuk menghindari aktivitas apa pun dalam kelompok dan menjaga jarak satu meter antara satu orang dengan orang lainnya.

Bar dan restoran buka mulai pukul 6 pagi hingga pukul 6 sore setiap hari. Pesan antar makanan hanya dibolehkan setelah pukul 6 sore.

Cegah Virus Corona, Pawartos Kartasura Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Sementara salon kecantikan, penata rambut dan tukang cukur masih buka tapi hanya berdasarkan reservasi atau janji temu dan bekerja harus mengenakan sarung tangan serta masker.

Tidak Ada Lockdown di Indonesia

Tak seperti Italia, Indonesia tak mengambil kebijakan lockdown untuk mengantisipasi virus corona. Pemerintah lebih memilih kebijakan social distancing atau pembatasan sosial.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, dari sisi penanganan, lockdown memang dianggap lebih cepat. Tetapi, lockdown memberi dampak yang besar khususnya di ekonomi.

Dia mengatakan, jika lockdown artinya tidak ada kegiatan ekonomi alias ekonomi lumpuh.

Fatwa MUI: APD Terkena Najis, Salat Wajib Diulang

"Kalau diri sisi penanganan memang sisi positifnya tentunya penanganan Covid-nya lebih cepat kalau kita lockdown, tapi di sisi lain dampak ekonominya lebih besar dibandingkan social distancing seperti saat ini, karena kalau lockdown kegiatan ekonomi lumpuh sama sekali, nggak ada aktivitas," katanya dilansir Detik.com, Minggu (22/3/2020).

Josua melanjutkan, ekonomi juga terganggu, karena saat ini 60-70 persen pekerja di Indonesia merupakan pekerja informal. Mereka kebanyakan memperoleh pendapatan secara harian.

"Saat lockdown akan ada pertanyaan mereka mendapat pendapatan dari mana, kalau tidak bekerja enggak dapat makanan. Perputaran pendapatan dia setiap hari, kalau lockdown akan terkena dampak signifikan sekali," jelasnya.

Waspada Penularan Corona Dari Pemudik, Sukoharjo Andalkan Ketua RT 

Lockdown, kata dia, juga akan mengganggu distribusi barang dan jasa. Barang dan jasa yang terganggu akan menimbulkan panic buying.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho