Jika Situasi Aman, Warga Sragen Boleh Salat Id di Lapangan
Salat menggunakan masker (Okezone.com).

Solopos.com, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen mengimbau warga melaksanakan Salat Idulfitri di rumah demi mencegah potensi penularan Covid-19.

Tetapi  jika situasi dianggap aman, warga Sragen diperbolehkan menggelar Salat Idulfitri di masjid, musala, atau di tanah lapang setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) setempat.

MUI Sragen telah mengeluarkan tausiyah kepada umat Islam di Bumi Sukowati. Pertama, PMI mengajak umat Islam dalam merayakan Idul Fitri bisa mempedomani Fatwa MUI No. 28/2020 terkait kegiatan takbir dan Salat Id.

Kerja di Jogja, Perempuan 24 Tahun di Klaten Tengah Positif Covid-19 

Kedua, warga diimbau tidak melaksanakan takbir keliling. Ketiga, sehubungan Kabupaten Sragen berada di zona merah, umat Islam diimbau melaksanakan Salat Id di rumah masing-masing.

Keempat, jika dirasa aman, umat Islam dipersilakan melaksanakan Salat Id di masjid, musala, atau tanah lapang setelah berkoordinasi dengan pemdes setempat.

Kelima, dalam melaksanakan Salat Id, umat Islam diimbau mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker. Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak aman, dan tidak berjabat tangan.

“[Yang mau melaksanakan Salat Id di lapangan silakan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Hanya masyarakat itu sendiri [yang boleh ikut Salat Id]. Tidak ada pendatang, tidak ada PDP [pasien dalam pengawasan], ODP [orang dalam pemantauan] maupun PP [pelaku perjalanan],” terang Sekretaris MUI Sragen, Nurwafi Hamdan, kepada Solopos.com, Selasa (19/4/2020).

Pikap Pengangkut Ayam VS Motor Adu Banteng di Jl Solo-Purwodadi Sragen, Pemotor Luka Parah & Kendaraan Remuk

Imbauan MUI

Sejalan dengan MUI, Pemkab Sragen melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Suharto, juga menerbitkan surat imbauan terkait Salat Idulfitri di tengah pandemi. Pemkab Sragen tetap mengimbau warga melaksanakan Salat Idulfitri di rumah masing-masing.

Tetapi  jika kondisi dirasa aman, warga Sragen bisa melaksanakan Salat Idulfitri di masjid, musala, atau tanah lapang dengan menerapkan protokol kesehatan dan membawa peralatan salat dari rumah.

“Untuk warga dalam situasi isolasi mandiri [pelaku perjalanan], melaksanakan Salad Id di rumah masing-masing. Selesai salat warga diimbau tidak berjabat tangan, mengadakan open house. Kegiatan silaturahmi diganti dengan sarana media sosial, telepon dan Whatsapp,” jelas Suharto dalam surat edaran yang diterima Solopos.com.

Hendak Cabuli ABG Jaten, Warga Pasar Kliwon Solo Ditangkap Polres Karanganyar


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho