Jika Liga 2 Dibatalkan, Persis Solo Tolak Opsi Kompetisi Pengganti
Manajer Persis Solo Hari Purnomo (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo menolak tegas langkah PSSI yang berwacana menggulirkan kompetisi pengganti apabila Liga 2 2020 gagal dilanjutkan lantaran pandemi Covid-19. Laskar Sambernyawa menilai ajang pengganti berupa turnamen dan sejenisnya bakal nihil gengsi karena tidak memperebutkan tiket promosi.

Sebelumnya PSSI sempat menggaungkan opsi menggelar kompetisi berformat turnamen apabila pemerintah belum kunjung mencabut status darurat bencana corona hingga 29 Mei 2020. Rencananya turnamen itu akan digelar pada September hingga November 2020.

Gaji 6 Bulan Belum Dibayar, 150 Pegawai Rumah Sakit Marga Husada Wonogiri Merasa Ditelantarkan

Manajer Persis Solo, Hari Purnomo, menyatakan tim menolak kompetisi pengganti apabila Liga 2 urung digelar musim ini. Pihaknya menilai kompetisi atau turnamen tersebut bakal percuma karena tidak ada tiket naik kasta.

“Kami pikir semua tim hanya ingin kompetisi resmi. Kalau cuma turnamen biasa, kami rasa semua klub pasti keberatan,” ujar Hari saat dihubungi Solopos.com beberapa waktu lalu.

Update Data Covid-19 Indonesia: Pasien Positif Tambah 433 Jadi 10.551 Orang, Sembuh Tembus 1.591

Hari beralasan kompetisi pengganti tidak sebanding dengan persiapan tim selama ini. Diketahui, Persis telah menyiapkan skuad sejak November 2019 sebagai bukti keseriusan menyambut Liga 2 2020.

Persiapan Matang

Sedikitnya Rp5 miliar juga telah digelontorkan untuk biaya operasional dan gaji pemain. Musim ini Laskar Sambernyawa memang menargetkan promosi dengan memboyong sejumlah pemain dengan nama mentereng. “Kami masih berharap kondisi bisa segera membaik sehingga Liga 2 dapat digelar,” ujarnya.

Rapid Test Positif, 12 Tenaga Medis RSUD Karanganyar Dinyatakan Negatif Covid-19 Lewat Uji Swab

Kelompok pendukung Persis, Pasoepati, juga memberi sinyal tak tertarik dengan turnamen pengganti apabila kompetisi resmi akhirnya dibatalkan. Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengatakan ajang pengganti dengan format apapun tak akan bisa menyamai greget kompetisi resmi yang menganut sistem promosi-degradasi.

“Suporter tentu berharap kompetisi bisa berlanjut. Namun kami juga tak menafikan pandemi Covid-19 yang belum mereda. Semoga segera ada titik terang,” ujar Rio, sapaan akrabnya.

Dipercepat, Pengembalian Uang Pembatalan Tiket Kereta Api Jadi Hanya 3 Hari Kerja


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho