Jika Liga 2 Dibatalkan, Bagaimana Nasib Kontrak Pemain Persis Solo?
Para pemain anyar Persis seusai latihan di Stadion Sriwedari, Solo, Jumat (31/1/2020). Foto dari kanan Ali Budi Raharjo, Engelberd Sani, Marco Kabiay, Yan Pieter Nasadit, Gufroni Al Maruf, Anis Mujiono, Rishadi Fauzi. (Solopos/Ivan Andimuhtarom)

Solopos.com, SOLO — Sejumlah suporter Persis Solo mendorong manajemen klub mulai memikirkan solusi kontrak pemain apabila kompetisi Liga 2 2020 batal digelar karena keadaan bencana (force majeure).

Suporter berharap ada jalan tengah yang tidak merugikan pemain maupun klub. Potensi pembatalan kompetisi di depan mata apabila Corona Virus Disease (Covid)-19 tak kunjung dapat ditanggulangi.

Milenial, Stop Hang Out! Kalian Bisa Jadi Penyebar Terbesar Virus Corona

Ketua Pasoepati Korwil Pasar Kliwon, Yudi Winarno, menilai dinamika sepak bola nasional pascawabah corona mulai membuat klub dan pemain dalam tekanan. Menurut Yudi, harus ada win-win solution apabila kompetisi musim ini urung digelar. Pihaknya menekankan pemain Persis harus dilindungi haknya apabila ada penyesuaian kontrak.

“Kalau kompetisi enggak jalan otomatis ada peninjauan kontrak. Hal ini tentu bakal berdampak pada penghasilan pemain. Harus ada solusi tengah yang tidak merugikan pemain, juga tidak memberatkan finansial klub,” ujar Yudi saat dihubungi Solopos.com, Senin (23/3/2020).

Yudi memahami manajemen Persis sudah mengeluarkan dana tak sedikit lantaran menggeber persiapan sejak November 2019. Menurut Yudi, langkah sementara meliburkan pemain menjadi solusi bijak agar pengeluaran klub tak makin membengkak.

“Suporter sendiri tidak masalah kompetisi diberhentikan sementara karena fokus warga sekarang adalah kesehatan,” ujar Yudi.

2 PDP Corona Dirawat di Ruang Isolasi, RSUD Sragen Kekurangan Alat Ini

Koordinator Ultras 1923, M. Soleh Amiruddin, mengatakan kelompoknya legawa dengan keputusan PSSI terkait kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Amir mengatakan sepak bola tak melulu pertandingan di lapangan hijau.

“Enggak cuma 2×45 menit, sepak bola juga mengajarkan kemanusiaan. Sekarang yang terpenting bagaimana warga dapat selamat dari wabah corona,” ujarnya.

Tak Ingin Rugikan Pemain & Klub

Manajer Persis, Hari Purnomo, menjamin semua stakeholder klub bakal diajak urun rembug apabila skenario terburuk pembatalan kompetisi harus terjadi. Dia berkomitmen tak membuat kebijakan yang merugikan pemain maupun klub.

Update! Pasien Positif Corona di Indonesia Jadi 579 Orang, 49 Meninggal

“Kalau dari klausulnya, pemain Persis mendapat kontrak hingga akhir musim. Namun musim kan belum dimulai jika akhirnya kompetisi dibatalkan. Saya pribadi berharap corona bisa segera diatasi sehingga kompetisi tetap berjalan meski harus mundur. Hingga kini manajemen sudah keluar Rp5 miliar untuk persiapan,” ujar Hari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho