Kepala BPN Sragen Agus Purnomo menandatangani komitmen menuju zona wilayah bebas dari korupsi (WBK) serta wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) disaksikan pejabat Forkopimda di Aula Kantor BPN Sragen, Selasa (23/4/2019). (Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sragen, Agus Purnomo, berjanji akan meletakkan jabatan apabila ada anak buahnya yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus korupsi.

Pada Selasa (23/4/2019), seluruh pegawai di lingkungan BPN Sragen menandatangani komitmen menuju zona wilayah bebas dari korupsi (WBK) serta wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM).

Penandatanganan komitmen dipimpin Agus Purnomo disaksikan sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sragen di Aula Kantor BPN Sragen, Selasa. Sebelum menandatangani komitmen, para pegawai berikrar untuk melayani warga dengan setulus hati dan menjauhi praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN).

WBK merupakan predikat yang diberikan kepada unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tata laksana, sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, serta penguatan akuntabilitas kinerja. WBBM merupakan predikat yang diberikan kepada unit kerja yang sebelumnya telah mendapat predikat WBK serta penguatan kualitas pelayanan publik.

“Yang terpenting, warga mendapat kemudahan pelayanan, tidak ada keluhan, sesuai jadwal, SOP [standard operational procedure], dan lain-lain,” papar Agus Purnomo saat ditemui wartawan di lokasi.

Masih ada segelintir orang yang mencederai integritas dalam melayani masyarakat. Setelah meneken komitmen menuju WBK dan WBBM, Agus menegaskan tidak ada ampunan bagi oknum yang ketahuan mencederai integritas.

“Saya selalu ingatkan kepada seluruh pegawai, jangan pernah “bermain” atau mempersulit masyarakat. Apalagi saat menjalankan program PTSL [pendaftaran tanah sistematik lengkap]. Kalau ada oknum pejabat yang mempersulit masyarakat, akan saya BAP [berita acara pemeriksaan] dan saya usulkan diberhentikan secara tidak hormat. Kalau dia pegawai biasa, saya usulkan untuk diberhentikan,” kata Agus.

Kepada semua pegawai, Agus sudah memperingatkan untuk tidak coba-coba mengeruk keuntungan pribadi dari sejumlah program layanan masyarakat yang digulirkan pemerintah.

“Saya katakan, selama saya menjadi kepala BPN Sragen, kalau ada pegawai saya yang terkena OTT [operasi tangkap tangan], saya orang pertama yang akan bertanggung jawab. Saya akan letakkan jabatan [sebagai kepala BPN Sragen] saat itu juga,” papar Agus.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten