Jhon Underground: Pemuda Wonogiri yang Punya Misi Mengenalkan Kampung Halaman lewat Media

Jhon Underground, pemuda asli Wonogiri tergerak untuk memperkenalkan kampung halamannya ke masyarakat luas.

 Jhon Underground (istimewa)

SOLOPOS.COM - Jhon Underground (istimewa)

 Wonogiri dan Kaum Boro

“Kaum Boro” atau biasa disebut dengan “Kaum Perantau” adalah satu hal yang mayoritas terlintas oleh banyak orang tentang Kabupaten Wonogiri. Memang tidak salah, data terbaru menyebutkan bahwa 25% dari jumlah keseluruhan penduduk Wonogiri adalah perantau di kota-kota besar. Meski begitu, Wonogiri sebagai kabupaten yang terletak di sisi selatan Jawa Tengah ini juga memiliki potensi alam dan sumber daya melimpah yang patut untuk diketahui oleh banyak orang.

Jhon Underground dan Wonogiren

Kearifan lokal tiap daerah yang ada di Wonogiri memiliki ciri khas masing-masing. Potensi di setiap daerahnya yang beragam seperti potensi kacang mete di Jatisrono, potensi seni memahat topeng di Manyaran hingga sejarah Bedol Desa yang unik adalah alasan Jhon Underground, pemuda asli Wonogiri tergerak untuk memperkenalkan kampung halamannya ke masyarakat luas. Melalui channel Youtube WONOGIREN, Jhon merekam dan mengabadikan tiap sudut kabupaten Wonogiri dengan ciri khasnya sendiri.

Dirintis pada tanggal 8 Juni 2020, Wonogiren awalnya hanya diunggah dengan jumlah penonton tidak lebih dari 100 penonton dalam waktu 24 jam. Kini, setelah lebih dari satu tahun Jhon Underground mengembangkan Wonogiren, jumlah penonton dan subscribers sudah bertambah hingga 10 kali lipat. Tidak cukup dipanggil sebagai Host Wonogiren, tetapi kini Jhon juga dikenal sebagai “Presiden Wonogiren”. Sapaan ini dimaksudkan untuk menyebutnya sebagai Host Wonogiren yang nyentrik tentu saja dengan ciri khas kacamata hitam dan sapaan “Halo, Men!” miliknya.

Jhon Underground (1)
Jhon Underground (istimewa)

Obat Kengen bagi Kaum Boro

 “Aku belum bisa mudik, Mas Jhon, bikin kangen tayangan ini!!” tulis username “Santi Rokhani” dalam salah satu video Wonogiren.

Tidak hanya sekadar konten, namun video-video Wonogiren juga memberikan ruang nostalgia bagi para perantau yang jauh dari kampung halamannya, Wonogiri. Obat kangen, begitu para penonton memberikan kesannya pada tiap video yang diunggah Wonogiren. Meski begitu, bagi Jhon, misinya dalam mengembangkan dan memperkenalkan Wonogiri masih memiliki perjalanan yang panjang. Sebab, masih banyak sudut daerah Wonogiri yang menurutnya belum bisa terekspos dengan baik.

Bagi Jhon, Wonogiren bukan sekadar nama program tetapi juga merupakan jati diri setiap masyarakat Wonogiri. Hal ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat terutama bagi para pemuda di Wonogiri untuk tetap tinggal di Wonogiri dan gotong royong membangun kampung halamannya.

Tayang tiap Sabtu pukul 19.00 WIB, Jhon Underground siap memberikan hiburan bagi kalian di tengah aktivitas santai Anda lengkap dengan informasi yang dibalut guyonan  khasnya. Siap, Men?

Baca Juga: PTM SMP dan SMA Sederajat di Wonogiri Mungkin Digelar Bareng


Berita Terkait

Berita Terkini

Minibus yang Terguling di Karanganyar Ternyata Bawa Rombongan Guru SD

Minibus yang ngglondor di Matesih, Karanganyar, mengangkut rombongan guru SD asal Demak yang beranggotakan 14 orang.

Sepakat dengan Istri, Bupati Wonogiri Hanya Ingin Punya Satu Anak

Saat meluncurkan buku karya anaknya, Bupati Wnogiri, Joko Sutopo, mengaku telah bersepakat dengan istrinya hanya ingin memiliki satu anak.

Penemuan Arca di Candi Sirih Sukoharjo, Tim Gali Tanah hingga 1 Meter

Dua arca ditemukan oleh tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta di Candi Sirih Sukoharjo di kedalaman sekitar 1 meter.

Ternyata Waldjinah Tak Suka dan Enggan Menyanyikan Lagu Ini

Seumur hidup Waldjinah hanya sekali menyanyikan lagu berbahasa asing.

Akan Berusia 76 Tahun, Ini Keinginan Terpendam Ratu Keroncong Solo

Waldjinah akan genap berusia 76 tahun pada 7 November 2021 mendatang. Oleh anaknya Waldjinah tak boleh lagi bernyanyi untuk komersial.

Wow! 2 Arca Ditemukan di Candi Sirih Sukoharjo

Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan arca wisnu dan arca agastya saat proses eksvakasi lanjutan di situs bersejarah Candi Sirih Sukoharjo.

Pamsimas Gagal, Warga Tiga Desa di Sragen Alami Krisis Air Bersih

Tiga Desa di tiga Kecamatan di Sragen alami krisis air bersih karena kekeringan. Mereka mengandalkan bantuan air bersih dari Pemkab Sragen untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

Rektor ISI Surakarta Mewisuda 278 Mahasiswa pada Gelombang II 2021

Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 orang mahasiswa lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Jumat (15/10/2021).

Minibus Angkut 8 Penumpang Asal Demak Ngglondor di Matesih

Tak kuat menanjak di jalur menuju Candi Sukuh, minibus yang mengangkut rombongan dari Demak ngglondor dan terguling.

Kisah Beras Delanggu yang Kini Tinggal Nama

Beras Delanggu kini tinggal nama brand. Tidak ada petani di Delanggu, Klaten, yang menanam beras raja lele yang dikenal pulen dan enak.

Sayangkan Komentar Rudy Soal Celeng, Dencis: Seharusnya Menyejukkan

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Denny Nurcahyanto, menilai pernyataan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, memperkerus suasana.

Kata Dencis Soal Sanksi Kader yang Dukung Ganjar Pranowo

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Denny Nurcahyanto, menyebut pihaknya tak berhak memberikan sanksi bagi kader yang melanggar instruksi partai.

Rem Blong, Mobil 5 Penumpang Nyungsep ke Parit di Tawangmangu

Mobil Honda Mobilio hilang kendali dan nyungsep di parit setelah diduga mengalami rem blong di Tawangmangu. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Dilantik, Asproksi Jateng Komitmen Pasarkan Produk Kesehatan Lokal

Pengurus Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia Standar Internasional (Asproksi) Jateng dilantik. Mereka berkomitmen untuk mendukung pemasaran produk kesehatan lokal.

Hari Pangan Sedunia, Perpadi Bagikan Beras Gratis ke Warga Delanggu

DPC Perpadi Klaten membagikan 800 paket beras secara gratis kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di Kecamatan Delanggu, Sabtu (16/10/2021) sebagai rangkaian memperingati Hari Pangan Sedunia.