Tutup Iklan

Jessica Masih Melawan, Kembali Tuduh Rangga Dibayar Arief Meracun Mirna

Jessica Masih Melawan, Kembali Tuduh Rangga Dibayar Arief Meracun Mirna

SOLOPOS.COM - Terdakwa Jessica Kumala Wongso memberi keterangan dalam sidang ke-26 kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin, Rabu (28/9/2016), di PN Jakarta Pusat. (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean)

Jessica Wongso masih melawan. Kubu Jessica kembali menuduh Rangga dibayar Arief Soemarko untuk meracun Mirna.

Solopos.com, JAKARTA — Kubu Jessica Kumala Wongso memenuhi janjinya membeberkan kejutan dalam sidang pembacaan duplik di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016) siang. Pembacaan duplik berurai air mata itu ditutup dengan tudingan bahwa yang meracun Wayan Mirna Salihin adalah Rangga, barista Olivier Cafe, atas perintah Arief Soemarko, suami Mirna.

Rangga dituding menerima uang dari Arief sehari sebelum kematian Mirna. Jessica mengungkapkan tudingan itu dengan alasan memenuhi permintaan Hakim Partahi beberapa waktu lalu agar menyampaikan informasi lain.

Pertama, terus terang dari hati yang paling dalam saat Mirna pingsan, saya tidak setuju dengan Hanie dan Arief yang langsung membawanya ke RS, bukannya percaya pada dokter di klinik [Grand Indonesia Mall]. Karena dokter mengatakan detak jantungnya yang normal, tapi mereka membawa Mirna pakai mobil pribadi Arief tanpa didampingi tim medis. Seandainya ditangani dokter itu, mungkin Mirna masih bisa diselamatkan,” kata Jessica di akhir duplik. Baca juga: Sambil Menangis, Jessica Wongso Curhat Tikus di Ruang Tahanannya.

Kedua, saya dapat informasi dari Hidayat Bostam [pengacara Jessica], bahwa Mochtar Amir melihat Arief memberikan bungkusan hitam kepada Rangga di parkiran Sarinah sehari sebelum Mirna meninggal, pukul 15.50 WIB. Rangga pakai baju kotak-kotak, hal ini berkesesuan dengan fakta Rangga menerima uang Rp150 juta,” lanjut Jessica menutup dupliknya dengan tuduhan.

Menurut Hidayat Bostam, sehari sebelum Mirna meninggal dunia, yaitu 5 Januari 2016, Mochtar Amir melihat suami Mirna, Arief Soemarko, bertemu dengan Rangga di depan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, pukul 15.50 WIB. Saat itu, Arief disebut memberikan bungkusan plastik hitam kepada Rangga.

Sebelumnya, tudingan suap kepada Rangga ini sudah pernah mengemuka dan dibantah Rangga. Namun dalam sidang yang ditayangkan Inews dan Kompas TV ini, pengacara Jessica menampilkan transkrip percakapan antara Hidayat dengan Amir, Selasa (18/10/2016).

“Saat itu, 5 Januari, hari Selasa, saya dari Tanah Abang, mobil saya di Sarinah, di seberang Sriwijaya. Begitu sampai di sana, saya lihat Rangga,” kata Hidayat membacakan keterangan Amir. Menurut Amir, dia melihat seseorang yang memakai baju yang sama dengan yang dipakai Rangga hari itu.

“Itu ada si Arief dan saya hanya bilang, saya tidak menyangka. Itu ada orang seperti Arief di belakang situ, di sini ada Rangga, ada bungkusan hitam kayak uang,” kata Hidayat melanjutkan pembacaan transkrip Amir.

Amir–yang mengaku sebagai wartawan majalah milik Mabes Polri bernama Barindo–mengaku melihat kejadian itu dari jarak 5 meter alias sangat dekat. Saat itu, dia mengaku tidak menyangka bakal ada kejadian meninggalnya Mirna setelah minum es kopi Vietnam di Olivier Cafe keesokan harinya. Pada 6 Januari 2016, dia melihat wajah Arief di televisi setelah tragedi itu.

Dalam transkrip percakapan itu, Amir meminta agar pengakuannya itu disampaikan ke Otto Hasibuan, pengacara senior pemimpin tim kuasa hukum Jessica. Pasalnya, pengacara Jessica lainnya, Yudhi Wibowo, dianggap kurang merespons pengakuannya.

“Saya ke rumah Jessica enggak ada orang, saya cuma ketemu sekuriti. Saya ikuti sidang itu, saya ketemu yang sering kawal [Darmawan] Salihin. Saya bilang ‘Bang, itu yang naruh racun si Rangga, yang nyuruh Arif’.”

Menurut transkrip, Amir mengaku mau menjadi saksi meringankan Jessica di pengadilan, namun tidak ada yang merespons, termasuk pengacara Jessica sendiri. Bahkan orang ini sempat dua kali meminta waktu pada awak TV One untuk memberikan pengakuan, namun gagal. “Karena waktu saya sempit, macet, saya tunda, besoknya saya hubungi Pak Otto.” Baca juga: Otto Hasibuan akan Buktikan Ada Kecoa di Ruang Tahanan Jessica.

Bahkan, dalam transkrip itu, Amir sempat datang ke Olivier Cafe beberapa waktu kemudian untuk menemui Rangga. Namun, pegawai kafe menyatakan tidak ada Rangga karena katanya kabur. Dia mengklaim hanya butuh dua jawaban, yaitu apakah pada 5 Januari 2016 Rangga ada kafe dan baju apa yang dipakai barista itu.

Dia mengklaim sempat mengatakan hal itu kepada polisi, tidak terlalu direspons. Meski tidak ada berita acara pemeriksaan (BAP), Amir mengaku menyampaikannya ke seorang pejabat Mabes Polri setingkat kabag.

“Gimana kalau ke Pak Otto dulu?” tanya Amir ke Hidayat dalam transkrip itu. “Ngapain?” balas Hidayat. “Itu saya harap jadi pertimbangkan hakim di situ, saya bilang rangga yang memasukkan racun itu,” kata Amir lagi.

Amir mengaku berani memberikan laporan jika mendapatkan izin dari seseorang yang dia sebut sebagai “komandan”. Namun, persidangan sudah begitu dekat dengan putusan hakim sehingga hal itu hanya dituangkan di duplik. Namun, Hidayat sendiri mengakui tidak bisa menjamin kebenaran pengakuan Amir. “Benar tidaknya keterangan ini saya tidak tahu, tapi ini yang kami terima,” kata Hidayat.

Berita Terkait

Berita Terkini

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.

Tikus Duduki Australia, Napi Diungsikan

Populasi tikus di Australia tidak terkendali dan menduduki benua hingga mendesak manusia sehingga narapidana diungsikan.

Pegawai Setda Terpapar Covid-19, Pemkab Wonogiri Terapkan WFH Di Seluruh OPD

Pemkab Wonogiri menerapkah kebijakan work from home atau WFH untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga 5 Juli.

Memanas! Rusia Peringatkan Kapal Perang Inggris di Laut Hitam

Kapal militer Rusia dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah sebuah kapal Perang Angkatan Laut Inggris di Laut Hitam.

Klaten Zona Merah, Anak Balita Dan Kelompok Rentan Dilarang Ke Pusat Perbelanjaan

Instruksi Bupati Klaten melarang anak balita, warga lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya masuk ke pusat perbelanjaan.