Jembatan Tambakboyo Sukoharjo Dibangun Lagi, Semoga Rampung Februari

Kontraktor pelaksana proyek pembangunan jembatan Tambakboyo berupaya merampungkan pekerjaan secepatnya, karena hal ini erat hubungannya dengan sanksi denda keterlambatan.

 Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan jembatan gantung di Desa Tambakboyo,  Tawangsari, Sukoharjo, Rabu (26/1/2022). (Solopos-R. Bony Eko Wicaksono)

SOLOPOS.COM - Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan jembatan gantung di Desa Tambakboyo, Tawangsari, Sukoharjo, Rabu (26/1/2022). (Solopos-R. Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO — Kontraktor pelaksana pembangunan jembatan dari CV Tunjung Jaya asal Kabupaten Karanganyar tengah fokus merampungkan pembangunan jembatan di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Karanganyar. Jembatan itu sebelumnya ambruk menjelang perayaan malam pergantian tahun tepatnya 31 Desember 2021.

Jembatan gantung di Tambakboyo itu ambruk saat para pekerja menyeting kawat seling yang menghubungkan kedua tiang pancang jembatan. Kala itu, kawat seling terlepas yang mengakibatkan jembatan gantung ambruk di dasar sungai.

PromosiPencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Peristiwa ambruknya Jembatan Tambakboyo sepanjang kurang lebih 200 meter yang melintang di Sungai Bengawan Solo itu sempat viral di berbagai platform media sosial (medsos). Kala itu, netizen atau warganet mencibir kualitas proyek pembangunan jembatan gantung yang menelan anggaran senilai Rp10,8 miliar.

Baca juga: Ini Penyebab Jembatan Gantung Tambakboyo Sukoharjo Ambruk

“Pengerjaan perakitan kerangka jembatan dimulai dari awal. Sebagian kerangka jembatan yang ambruk tak bisa lagi digunakan. Otomatis waktu pengerjaan sedikit memakan waktu,” kata seorang pekerja, Anang, saat berbincang dengan Solopos.com di lokasi proyek, Rabu (26/1/2022).

Dia memperkirakan proses perakitan kerangka jembatan rampung membutuhkan waktu dua pekan-tiga pekan. Kemudian, pemasangan kerangka jembatan termasuk penyetingan kawat seling membutuhkan waktu maksimal sepekan. Apabila tak ada kendala teknis, pengerjaan pembangunan jembatan rampung pada pertengahan atau akhir Februari.

Pada Rabu, tampak dua tiang pancang besi setinggi lebih dari 10 meter berdiri tegak di pinggir Sungai Bengawan Solo Desa Tambakboyo. Sejumlah pekerja tampak merakit lempengan besi berbentuk kotak yang menjadi pijakan jembatan. Kedua tiang pancang itu menjadi fondasi jembatan gantung yang ambruk.

Baca juga: Jembatan Gantung Tambakboyo Sukoharjo Ambrol, Begini Penjelasan DPUPR

Kontraktor pelaksana proyek pembangunan jembatan berupaya merampungkan pekerjaan secepatnya. Hal ini erat hubungannya dengan sanksi denda keterlambatan pengerjaan proyek. Kontraktor pelaksana wajib membayar denda keterlambatan pengerjaan proyek 1/1.000 x nilai kontrak per hari.

“Sesuai kontrak masa pengerjaan pembangunan jembatan hingga 28 Desember. Lantaran belum rampung, pejabat pembuat komitmen membuat addendum yang berisi pemberian kesempatan kesempatan kepada kontraktor pelaksana untuk merampungkan pekerjaan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Sukoharjo, Suyadi.

Impian Masyarakat Enam Dusun

Suyadi membandingkan jembatan gantung di Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten yang baru saja diresmikan Ketua DPR RI, Puan Maharani, beberapa hari lalu. Pembangunan jembatan gantung di Girpasang menelang anggaran senilai Rp5,8 miliar.

Baca juga: Jembatan Tambakboyo Sukoharjo Ambrol, Ternyata Masih Proses Pembangunan

Pengadaan kerangka Jembatan Tambakboyo menelan anggaran lebih dari Rp6 miliar. Belum lagi, pengadaan kompenen jembatan dan jasa pemasangan jembatan hingga rampung.

“Proyek pembangunan jembatan gantung di Dusun Girpasang merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Anggaran pembangunan jembatan berasal dari APBN. Sedangkan pembangunan Jembatan Tambakboyo 100 persen bersumber dari APBD Sukoharjo,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tambakboyo, Samsul Arifin, mengatakan pembangunan jembatan di Sungai Bengawan Solo menjadi impian masyarakat setempat sejak puluhan tahun lalu. Sedikitnya 1.700 warga yang tinggal di enam dusun kesulitan akses penghubung lantaran belum ada jembatan permanen. Keenam dusun itu yakni Sidodasi, Blerong, Karangwaru, Gatel Indah, Bondowaloh, dan Tegal Sari.

Baca juga: Kawat Seling Lepas, Jembatan Tambakboyo Tawangsari Sukoharjo Ambrol

Selama ini, masyarakat yang tinggal di keenam dusun itu harus memutar tujuh kilometer-delapan kilometer melewati wilayah Kabupaten Klaten karena belum ada jembatan permanen. Selain itu, sebagian besar anak-anak memilih bersekolah di daerah lain seperti Kelurahan Bulakan, Kecamatan Sukoharjo.

“Pembangunan jembatan merupakan aspirasi masyarakat selama bertahun-tahun. Kami berharap proyek pembangunan jembatan segera rampung agar bisa dilewati masyarakat saat beraktivitas sehari-hari,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Revitalisasi WGM Wonogiri Telan Rp28,9 Miliar, Kapan Mulai Digarap?

Revitalisasi Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM) Wonogiri bakal menelan anggaran senilai Rp28,9 miliar.

Awas, Teknofobia Bisa Hambat Kemajuan Bisnis Pelaku UMKM, Pahami Yuk! 

Teknofobia di kalangan pelaku UMKM harus dihilangkan karena bisa menghambat kemajuan bisnis dan usaha mereka terutama di era digital.

Bawa Produk Garmen, Bus Rosalia Express Masuk Parit di Karanganyar

Menghindari tabrakan, bus Rosalia Express yang mengangkut produk garmen masuk parit di jalan raya Dagen-Tasikmadu, Karanganyar.

Sepatu Aerostreet Klaten: Kualitas Internasional, Harganya Lokal

Kisah unik kali ini datang dari brand sepatu lokal asal Klaten, Aerostreet, yang menjual barang kualitas ekspor dengan harga murah.

Pilkades Baturan Colomadu Digelar 25 Mei, Ini Nama 3 Calon Kadesnya

Salah satu dari tiga calon kades Baturan, Colomadu, Karanganyar adalah pensiunan PNS.

6 Ekor Sapi di Sragen Terindikasi Terkena PMK, Ini Langkah Disnakkan

Enam sapi di dua kecamatan di Sragen terindikasi terjangkit penyakit mulu dan kuku (PMK). Disnakkan bersama BBVet Wates telah mengambil sampel liur sapi tersebut untuk dicek lab.

Seru! Atraksi Paralayang dan Speedboat di Peringatan HUT Wonogiri 2022

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kabupaten Wonogiri digelar di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Kamis (19/5/2022) pagi.

Lokasi Laka Maut 2 Truk di Teras Boyolali Ternyata Rawan Kecelakaan

Untuk mengatasi kerawanan laka, Budi mengatakan Satlantas Polres Boyolali selalu melakukan evaluasi jika di suatu tempat sering terjadi laka lantas.

Kabar Duka, Kades Jambeyan Sragen Meninggal Dunia Mendadak

Kades Jambeyan, Slamet Prabowo, meninggal mendadak pada Rabu (18/5/2022) petang. Ia tidak sakit sebelumnya dan masih datang ke kantor pagi harinya.

7 Rekomendasi Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan, Ada yang Buka 24 Jam

Solopos.com merekomendasikan tujuh tempat wisata dekat Stasiun Solo Balapan, ada yang buka 24 jam dan ada yang harus memesan dahulu sebelum berkunjung.

Kecelakaan Boyolali: Mobil Tabrak Hik Gegara Hindari Truk Tetiba Belok

Pria yang dalam perjalanan dari Jogja menuju Tengaran itu membanting setir ke arah kiri namun malah menabrak warung hik di pinggir jalan.

Tragedi Gas Bocor Mojosongo Solo: Korban Mau Nolong Tapi Malah Kena Api

Salah satu korban meninggal dalam tragedi tabung gas bocor di Mojosongo, Solo, EP, bermaksud menolong korban lainnya tapi malah terkena sambaran api.

Insiden Mobil Nyasar ke Alas Grojogan Sewu, Warga: Bisa Karena Faktor X

Warga sekitar Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar ada yang mengaitkan insiden mobil nyasar korban google map dengan kejadian mistis.

Solo Hari Ini: 19 Mei 2015, Isu Babi Ngepet Hantui Warga Jagalan

Tujuh tahun lalu, tepatnya 19 Mei 2015, Solopos.com menurunkan berita tentang isu babi ngepet di Kota Solo, Jawa Tengah.

GPH Paundra Mendadak Kritik Pedas PMI Solo Lewat IG Story, Ada Apa Ya?

Pangeran Sepuh Mangkunegaran Solo, GPH Paundrakarna mengunggah story di Instagram yang isinya kritik terhadap kinerja PMI Solo.