Proses penggeseran jembatan rel kereta api Kreteg Bang di Jl. Ahmad Yani, Wonogiri, Rabu (18/9/2019). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, WONOGIRI -- Jembatan rel kereta api (KA) Kreteg Bang di Jl. Ahmad Yani, kawasan kota Wonogiri, kini menjadi dua kali lebih panjang. Jembatan itu semula sepanjang 15 meter kini menjadi 32 meter.

Penggeseran jembatan baru itu dilakukan pada Rabu (18/9/2019) disaksikan Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa dan Forkompimda. Pekerjaan penggeseran itu dimulai pukul 14.30 WIB.

Secara teknis, penggeseran dilakukan dengan memotong terlebih dahulu rel yang lama di kedua ujung jembatan pada pukul 12.15 WIB. Lalu, jembatan lama dilepas dari posisinya.

Setelah itu, baru jembatan baru sepanjang 32 meter itu digeser ke posisi sesuai rencana. Setelah pas, dilanjutkan dengan pemasangan rel baru yang menghubungkan ujung-ujung rel yang semula dipotong.

Pekerjaan itu selesai hingga pukul 17.00 WIB. Hal itu sesuai waktu yang diberikan PT KAI agar tidak mengganggu perjalanan KA.

“Kami diberi waktu sampai pukul 17.00 WIB. Di jalan lain, kami kadang hanya diberi waktu 90 menit sebelum kedatangan kereta pertama,” ujar Koordinator Teknis Peningkatan Jalan KA Lintas Selatan Jawa 1-Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah Kementerian Perhubungan, Sigit Purnomo, saat memberikan sambutan sebelum memulai penggeseran di Jl. Ahmad Yani, Wonogiri, Rabu.

Ia menjelaskan hasil pemasangan jembatan baru membikin ruang antara jembatan dan jalan lebih tinggi yakni dari semula 4,2 meter menjadi 5 meter. Kemudian, rentang jembatan itu pun bertambah dari 15 meter menjadi 32 meter.

Begitu pula dengan lebar Jl. Ahmad Yani dari semula 8 meter menjadi 12 meter. “Jalannya makin lebar menjadi 12 meter plus trotoar. Dari segi perkeretaapian, jembatan baru ini memenuhi syarat untuk dilintasi kereta jenis long [panjang]. Jembatan sebelumnya belum bisa,” terang dia.

Sigit menerangkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam proyek itu salah satunya adanya perubahan rencana desain dan realisasi di lapangan. Hal itu memakan waktu untuk penyesuaian-penyesuaian baru.

Kemudian, perlintasan itu ada dua hal yang tidak boleh terganggu yakni perjalanan KA dan lalu lintas jalan. Kendala lainnya adalah adanya tebing yang cukup tinggi.

Untuk menaikkan jembatan setinggi 80 cm, ia berdiskusi dengan Dinas Perhubungan Wonogiri. Pengangkatan jembatan itu perlu diimbangi dengan peningkatan tinggi rel di sisi kiri dan kanan jembatan.

“Akhirnya, ditemukan solusi berupa menaikkan tinggi jembatan 40 cm dan menurunkan jalan sebesar 40 cm. Nanti kami keruk jalan itu menyesuaikan pangkal existing kedua ruas jalan di sebelahnya,” beber Sigit.

Sigit menambahkan progres proyek itu mencapai 60 persen. Menurut rencana, proyek akan selesai pada 21 Desember mendatang. Namun, ia menargetkan proyek itu rampung pada November.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten