Tutup Iklan
Jembatan penghubung dua dukuh di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, putus lantaran bencana alam, Sabtu (13/4/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN -- Proses distribusi logistikhttps://soloraya.solopos.com/read/20190412/491/984877/ikut-jaga-pemilu-linmas-sragen-dapat-donasi-351-pasang-sepatu" title="Ikut Jaga Pemilu, Linmas Sragen Dapat Donasi 351 Pasang Sepatu"> Pemilu 2019 ke lima tempat pemungutan suara (TPS) di Kebayanan Gondanglegi, Desa Gilirejo Baru, terhambat putusnya jembatan di wilayah setempat pada Sabtu (13/4/2019) lalu.

Kepala Desa Gilirejo Baru, Hartono, mengatakan putusnya jembatan itu otomatis menggangu aktivitas warga sekitar, termasuk dalam proses distribusi logistik pemilu ke lima TPS di Kebayanan Gondanglegi.

Menurutnya, jembatan sesek sudah selesai dibangun sejak Minggu (14/4/2019). Namun, jembatan sesek itu tidak direkomendasikan untuk kendaraan roda dua dengan muatan berat apalagi roda empat.

“Biar distribusi logistik https://soloraya.solopos.com/read/20190412/491/984770/bawaslu-sragen-pantau-potensi-kerawanan-pemilu-17-april-ada-28-temuan" title="Bawaslu Sragen Pantau Potensi Kerawanan Pemilu 17 April, Ada 28 Temuan">pemilu bisa lancar, ya harus dilakukan dengan jalan kaki. Logistik itu harus dipikul bersama, menyeberangi kali melalui jembatan sesek. Motor sebenarnya masih bisa lewat, tapi kalau bawa muatan berat dan saat kondisinya habis hujan ya tidak direkomendasikan. Paling aman ya jalan kaki,” terang Hartono kepada Solopos.com, Senin (15/4/2019).

Hartono menjelaskan hingga Senin siang, logistik Pemilu 2019 belum tiba di Balai Desa Gilirejo Baru yang berada di daerah terpencil, tepatnya di kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO). Logistik itu harus sudah tiba di masing-masing balai desa karena pada Selasa (16/4/2019), logistik itu harus sudah didistribusikan ke masing-masing TPS.

“Distribusi logistik pemilu ke lima TPS itu bisa melalui jalur lain, tapi harus memutar sejauh 5 km lewat perbatasan Boyolali dengan kondisi jalan yang rusak parah. Jalanan di sana hanya berlapis batu dan sebagian besar berupa tanah,” ucap Hartono.

Hartono menerangkan jembatan yang putus itu merupakan milik Pemkab Sragen sehingga upaya renovasi harus ditopang pakai APBD, bukan APB Desa. Dia mengakui putusnya jembatan itu memiliki hikmah tersendiri.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dijadwalkan datang untuk meninjau putusnya jembatan itu. Dengan datang ke sana, kata Hartono, Bupati https://soloraya.solopos.com/read/20190411/491/984478/jelang-pencoblosan-sragen-masih-kekurangan-58.815-lembar-surat-suara" title="elang Pencoblosan, Sragen Masih Kekurangan 58.815 Lembar Surat Suara">Sragen akan mengetahui bagaimana kondisi jalan menuju lokasi yang rusak parah.

“Harapan kami, jalan yang rusak menuju jembatan itu nantinya juga bisa diperbaiki,” ucapnya.

Camat Miri, Ancil Sudarto, mengakui putusnya jembatan itu mengganggu proses distribusi logistik pemilu ke lima TPS di Kebayanan Gondanglegi, Desa Gilirejo Baru. “Dibilang mengganggu ya pasti menggangu. Tapi masih ada cara lain untuk mendistribusikan logistik pemilu menuju lima TPS itu," jelas dia.

Karena harus memakai kendaraan roda empat, cara yang paling aman menurut Ancil dengan memutar arah melewati wilayah Boyolali. Meski kondisi jalannya rusak, itu cara paling realistis yang harus ditempuh supaya logistik sampai ke TPS.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten