Jembatan Penghubung Ngrombo-Sigit Sragen Putus Akibat Diterjang Banjir
Warga berbincang sambil melihat kondisi Jembatan Sunggang yang putus di anak Sungai Bengawan Solo, Dukuh Sunggang RT 002, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Sragen, Senin (27/1/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 3 meter yang menghubungkan Desa Ngrombo dan Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Sragen, putus lantaran diterjang banjir anak Sungai Bengawan Solo, Minggu (26/1/2020) sore.

Untuk sementara transportasi warga antardukuh di dua desa itu harus memutar sejauh 5 km. Jembatan yang terbuat dari beton bertulang itu menghubungkan Dukuh Sunggang RT 002, Desa Ngrombo, dengan Dukuh Sunggang RT 007, Desa Sigit.

Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen melihat kondisi jembatan tersebut dan segera dilaporkan ke Bupati Sragen agar segera diambil penanganan atas dampak bencana alam tersebut. Seorang warga di Dukuh Sunggang RT 002, Desa Ngrombo, Tangen, Darsini, 55, mengaku nyaris terbawa arus sungai yang deras saat hendak mengambil batang bambu kering yang melintang di pinggir jembatan yang putus itu.

Kaki kanannya terperosok ke bibir jembatan yang ambrol itu sehingga betisnya mengalami luka gores. “Untungnya bisa selamat karena saya sempat terjatuh saat hendak ambil batang bambu itu. Arusnya deras sekali dan sampai melebihi permukaan jembatan. Luapan sungainya pun sampai ke halaman rumah warga yang jaraknya 10 meter-15 meter dari bibir sungai. Bahkan air sempat masuk ke rumah Pak Supadi dengan ketinggian di atas mata kaki,” ujar Darsini saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (27/1/2020).

Dihajar Massa Karena Tepergok Culik Anak dan Rampas Motor di Solo, Pria Ini Ternyata...

Darsini yang tinggal sekitar 50 meter dari lokasi jembatan itu menyampaikan jembatan tersebut dibangun secara swadaya warga dua desa. Separuh jembatan sisi barat dibangun warga Desa Sigit pada 2019 lalu sehingga saat diterjang arus sungai masih berdiri kokoh.

Dia mengatakan separuh jembatan yang putus itu bagian kewajiban warga Desa Ngrombo yang dibangun 12 tahun lalu.

“Kami berharap segera ada perhatian dari pemangku kepentingan karena jembatan itu merupakan akses paling dekat bagi warga Sunggang di Ngrombo ke wilayah Sunggang di Sigit. Ya, sama-sama satu Dukuh Sunggang tetapi administrasinya terpisah dua desa dengan batas sungai. Sungainya lebar sampai 12 meter lebih. Sejak saya kecil sudah seperti ini sungainya,” ujar Darsini yang diamini warga lainnya, Ngatmi, 48.

Camat Tangen, Purwosantosa, mengatakan tim Dinas PUPR sudah mengecek ke lokasi dan sekaligus mengecek talut yang ambrol sejak lama di Desa Jekawal, Tangen. Purwo juga mengecek jembatan di Sunggang pada Senin siang.

Tepergok Culik Anak dan Rampas Motor, Pria Sukoharjo Dihajar Massa di Solo

Dia menjelaskan status jalan itu milik desa dan yang bertanggung jawab mestinya dua desa, yakni Desa Ngrombo dan Desa Sigit. Karena putusnya jembatan itu sebagai akibat bencana alam dan desa tidak punya anggaran, Dinas PUPR berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke Bupati Sragen untuk meminta petunjuk.

"Kalau nantinya tidak ada bantuan dari kabupaten, kami segera menghitung dengan melibatkan dua desa tersebut. Kami akan kumpulkan pemangku kepentingan dua desa itu untuk mengubah usulan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbangdes) 2020 sebelum masuk ke musrenbangcam 2020,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom