Jembatan Merah, Berdiri Megah Setelah Terjangan Badai Cempaka

Jembatan ini merupakan jembatan pengganti dari Jembatan Kuning yang dulu pernah roboh karena terjangan banjir yang pernah melanda wilayah ini.

 Jembatan Merah di Kawasan Kedungjati (Instagram/@explore.bantul)

SOLOPOS.COM - Jembatan Merah di Kawasan Kedungjati (Instagram/@explore.bantul)

Solopos.com, BANTUL Selain memiliki panorama alam yang indah, dari sungai hingga pemandangan tebing, kawasan Kedungjati juga memiliki jembatan baru yang dikenal dengan nama Jembatan Kedungjati atau dikenal oleh masyarakat sebagai Jembatan Merah karena jembatan ini didominasi dengan warna merah.

Megutip dari Instagram @explore.bantul, Sabtu (31/7/2021), jembatan ini merupakan jembatan pengganti dari Jembatan Kuning yang dulu pernah roboh karena terjangan banjir yang pernah melanda wilayah ini.

Kini area ini sering dijadikan tempat menongkrong bagi anak muda maupun keluarga yang ingin bersantai sembari menikmati makanan yang ada. Area jembatan nii tergolong masih asri, sehingga para wisatawan lokal maupun luar daerah merasa kerasan ada di area jembatan ini.

Baca Juga : Karena Salah Melafal, Nama Camilan Khas Tegal ini Muncul

Mengutip dari situs Bantulkab.go.id, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD Kab. Bantul telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Kedungjati. Jembatan Kedungjati merupakan proyek pembangunan jembatan sebagai pengganti jembatan kayu sebelumnya yang rusak akibat dampak siklon Badai Cempaka pada tahun 2017.

Pembangunan jembatan telah dimulai dari bulan Maret 2020 dan selesai pada September 2020, Jembatan tersebut menghubungkan Desa Selopamioro dengan Desa Sriharjo di kawasan Imogiri. Konstruksi pembangunan jembatan ini memiliki panjang kurang lebih 80 meter dan lebar 8 meter.

Proses pembangunan Jembatan Kedungjati mengunakan dana hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi dari BNPB dengan kontraktor PT. Surya Karya Setiabudi (SKS) dan PT. Wastu Anopama sebagai konsultan pengawas.

Baca Juga : Watu Nganten, Wisata Unik di Taman Nasional Gunung Merapi

BPBD Bantul lewat Dwi Wantoro, sebagai ketua direksi pembangunan jembatan berharap, jembatan ini dapat mendukung kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat yang sempat terhambat akibat putusnya jembatan pada tahun 2017 lalu.

Jembatan jembatan yang sudah dibangun dilengkapi dengan sensor banjir. dan diharapkan dengan selesainya pembangunan jembatan ini dapat membawa manfaat positif bagi masyarakat terutama berkait usaha pergerakan ekonomi. Jembatan Merah ini adalah salah satu dari empat jembatan yang diperbaiki setelah rusak karena badai cempaka pada tahun 2017 lalu.

Total dana yang digelontorkan pemerintah pusat melalui BNPB sendiri senilai Rp64 miliar dan pembagunan juga menerapkan protokol kesehatan karena dibangun saat masa pandemi Covid-19. Sementara itu, tiga  jembatan lain yang juga diperbaiki adalah Jembatan Gayam di Desa Segoroyoso, Jembatan Kringan di Canden Jetis dan Jembatan Benyo.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Jelang Uji Coba PTM, Vaksinasi Pelajar SMP Terus Dikebut

Vaksinasi pelajar adalah salah satu upaya Pemkab Bantul untuk mendukung uji coba tatap muka sekolah agar orang tua siswa nyaman dan tenang.

Setelah Breksi, Giliran Candi Prambanan Gelar Uji Coba Buka

Candi Prambanan diizinkan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

Antisipasi Lonjakan Kasus Akhir Pekan, Pemkot Jogja Siapkan Isoter

Penyiagaan isoter itu sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus di akhir pekan saat mobilitas masyarakat meningkat.

Tsunami akibat Gempa Megathrust Mengancam, 7 dari 8 EWS di Kulonprogo Malah Rusak

Tujuh dari delapan sistem peringatan dini di pantai selatan Kulonprogo rusak. Padahal ancaman gempa megathrust yang berpotensi tsunami membayangi.

Pembebasan Lahan Tol Jogja Bawen Terus Dikebut, 436 Bidang di Seyegan Bakal Diratakan

PT Jasamarga Jogja Bawen masih bermusyawarah degan warga Seyegan, Sleman terkait pembebasan lahan untuk Tol Jogja-Bawen

Polda DIY Terapkan Ganjil-Genap di 3 Objek Wisata, Di Mana Saja?

Polda DIY menerapkan sistem ganjil genap bagi kendaraan yang akan mengunjungi tiga lokasi wisata di Sleman.

Sidang Kasus Satai Beracun, Nani Apriliani Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Sidang perdana kasus satai beracun yang menewaskan seorang bocah digelar di PN Bantul. Terdakwa Nani Apriliani Nurjaman dijerat pasal berlapis.

Di Bantul, Ada Kelurahan yang Diklaim Sudah Mencapai Kekebalan Kelompok

Salah satu kelurahan di Bantul disebut telah mencapai kekebalan kelompok karena 80% warganya sudah divaksin.

Tabrak Gerobak Satai Hingga Berhamburan, Remaja Ini Harus Ganti Rugi Jutaan Rupiah

Seorang remaja 17 tahun di Jogja menabrak pedagang satai keliling hingga satainya berhamburan. Lokasi kejadian minim penerangan.

Tempati Tanah Kas Desa, 3 Warga Pertanyakan Nasib UGK Tol Joglo

Tiga warga Kadirojo 2, Kalurahan Purwomartani, Kalasan mempertanyakan nasib uang ganti kerugian bangunan tol Jogja-Solo (Joglo).

Masyarakat Bantul Diminta Jangan Pilih-pilih Merk Vaksin Ya

Berdasarkan data-data yang ada, seluruh vaksin memiliki daya proteksi terhadap Covid-19. Sehingga warga tak perlu pilih-pilih

Besok, Tersangka Kasus Satai Beracun Nani Apriliani akan Jalani Sidang Perdana

Besok PN Bantul akan menggelar sidang perdana kasus satai beracun yang menewaskan seorang bocah dengan terdakwa Nani Apriliani Nurjaman.

BPUM Untuk 1.126 Pelaku UKM Jogja Cair, Segini Nilainya

Bantuan produkti usaha mikro (BPUM) disalurkan secara bertahap kepada pelaku UKM di Jogja. Untuk saat ini BPUM yang cair untuk 1.126 dari 3.027 pelaku UKM di Jogja.

Marah Sultan Ground Rusak, Gubernur DIY Tutup 14 Lokasi Penambangan Ilegal

Sri Sultan HB X geram dengan kerusakan alam yang terjadi di Sultan Ground di lereng Merapi. Ia dengan tegas menutup 14 lokasi penambangan pasir ilegal di Sultan Ground.

Dukung Percepatan Vaksinasi, Kodim 0731 Kulonprogo Datangi Pasar

Upaya percepatan vaksinasi Covid-19 jemput bola dilakukan Kodim 0731 Kulonprogo ke sejumlah pasar tradisional.