Kendaraan melintas di Jembatan Ganefo di atas Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Ngrampal dan Tangen, Sragen, Minggu (10/11/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Jembatan Ganefo yang berumur puluhan tahun dan menjadi bangunan cagar budaya akal dibangun pada 2020.

Jembatan yang melintang di Bengawan Solo dan menjadi jalur alternatif Kota Sragen ke Grobogan dan Blora itu dianggarkan menelan dana mencapai Rp32 miliar.

“Jembatan Ganefo akan dibangun 2020 dengan anggaran Rp32 miliar,” ujar legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Provinsi Jawa Tengah, Untung Wibowo Sukowati, saat dihubungi solopos.com, Minggu (10/11/2019).

Sebagai informasi, jembatan Ganefo juga menjadi penghubung wilayah Ngrampal dan Tangen, Sragen. Nama jembatan itu diambil dari nama pesta olahraga akbar The Games of The New Emerging Forces (Ganefo) pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui solopos.com, Minggu, membenarkan rencana pembangunan Jembatan Ganefo tersebut. Dia menyebut anggarannya Rp32 miliar berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

“Ya, DED [detail engineering design] dan lelang ada di provinsi semua. Tahun ini pembebasan lahan sudah selesai. Yang jelas pembangunan jembatan baru Ganefo itu dimulai pada 2020,” ujarnya.

Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen, bersyukur ada bantuan dari Provinsi Jawa Tengah. Selain Jembatan Ganefo, Yuni juga menyebut dua proyek ruas jalan yang akan dibangun Pemprov Jateng pada 2020, yakni Jalan Tangen-Jenar yang merupakan jalan provinsi dan Jalan Transito-Batu Jamus akan dilebarkan dan di-hotmix lagi.

“Alhamdulillah bisa mengurangi beban Pemkab Sragen,” katanya seraya tersenyum.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten