Tutup Iklan

Jembatan Dua Kecamatan Ambruk, Warga Yakin Aksi Sabotase

Warga menemukan pengikat tali penyangga jembatan yang berbahan besi atau tali sling sudah bergeser dari titik semula.

 Jembatan penghubung dua kecamatan di Pandegalng ambruk, Jumat (15/10/2021), diduga akibat sabotase.  (Detik)

SOLOPOS.COM - Jembatan penghubung dua kecamatan di Pandegalng ambruk, Jumat (15/10/2021), diduga akibat sabotase. (Detik)

Solopos.com, PANDEGLANG — Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi dengan Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Banten yang ambruk diyakini warga akibat sabotase.

Keyakinan warga ini didasarkan pada bergesernya beberapa komponen dari salah satu tali penyangga jembatan setelah kejadian berlangsung.

Dugaan ini diperkuat setelah warga menemukan pengikat tali penyangga jembatan yang berbahan besi atau tali sling sudah bergeser dari titik semula.

Baca Juga: Masya Allah! Guru dan Siswa SD di Sidrap Bertaruh Nyawa ke Sekolah 

“Enggak mungkin kalau karena jembatannya udah tua, pasti ada yang kayaknya sengaja mutusin tali slingnya sampe jembatan ini ambruk. Kalau jembatannya yang udah tua, pasti kerasa pas dilewatin. Ini mah dari kemarin enggak apa-apa, masih kokoh kok kelihatannya juga,” kata Imat, salah satu warga saat ditemui Detik.com di kediamannya, Sindangresmi, Pandeglang, Banten, Minggu (17/10/2021).

Baut Kendur

Kecurigaan warga bertambah setelah menemukan beberapa baut pengunci tali penyangga jembatan yang kendur.

Baut tersebut menyisakan bentuk lecet yang diduga kuat akibat gesekan kunci yang membuka baut tersebut.

“Itu kan ada tiga, bentuknya kayak gembok buat ngunci tali slingnya. Nah, dua itu bautnya udah pada kendur, terus yang satu posisinya yang tadinya di bawah malah naek ke atas. Bautnya geh udah pada lecet kayak yang sengaja dipaksa gitu supaya enggak kenceng,” ungkapnya.

Baca Juga: Ini Derita Warga Setelah Jebatan Pundong Lenyap 

Imat menyebut, kepolisian sudah memeriksa penyebab sarana perlintasan warga yang ambruk itu.

Bahkan, ada beberapa barang yang sudah diamankan petugas untuk diteliti lebih lanjut.

“Polisi sama orang dari desa udah ngecek ke sini, kemarin sambil bawa beberapa barang. Yang saya lihat salah satunya baut yang lecet itu, soalnya udah enggak ada itu bautnya pas ketahuan udah kendor,” tuturnya.

Mendalami Temuan

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP Fajar Mauludi menyatakan sudah menerima informasi mengenai dugaan ini.

Namun pihaknya perlu mendalami lagi informasi itu sebelum memutuskan penyebab ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan tersebut.

“Informasinya memang ada yang seperti itu, tapi harus didalami lagi. Nanti kita utus anggota ke sana buat ngecek, kalau ada perkembangan kita kabarin lagi yah,” ucapnya sambungan telepon seluler.

Diketahui, jembatan gantung penghubung dua kecamatan di Pandeglang, Banten ambruk pada Jumat (15/10/2021).

Jembatan itu pun kini sudah ditutup oleh warga dan sudah tidak bisa digunakan lagi seperti biasa untuk menghindari adanya hal-hal yang tak diinginkan.


Berita Terkait

Espos Plus

Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

Berita Terkini

Sadis, 24 Penumpang Bus di Nigeria Hangus Dibakar Perusuh

Juru bicara kepolisian Negara Bagian Sokoto, Sanusi Abubakar menyebutkan ada 24 penumpang di dalamnya ketika bus itu dibakar oleh pelaku.

Suku Jawa & Melayu Cerai Gegara Penjajah Eropa?

Suku Jawa dan Melayu berasal dari rumpun yang sama, namun konon bercerai gegara peran penjajah Eropa.

Kapolres: Demi Pancasila, Turunkan Seluruh Atribut Ormas!

Dengan demikian, kata Kapolres, tidak ada kesan egosentris atau arogan antarormas yang bisa memberikan rasa tidak aman kepada warga sekitar.

Tegur Karaokean di Warung, Bidan Kena Siram Air Panas

Insiden itu terjadi ketika korban menegur pelaku yang tengah berkaraoke dengan volume kencang sehingga menimbulkan suara bising di sekitar lokasi

Mudik Tak Dilarang, Tetapi Tetap Bangun Kewaspadaan saat Nataru

Ginting menegaskan pemerintah tidak melarang mudik saat momen nataru, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi penularan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

Asal-Usul Ramalan Jayabaya

Inilah asal-usul Ramalan Jayabaya yang sampai saat ini masih dipercaya sebagian masyarakat Indonesia.

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

2 Juta Buruh Ancam Mogok Nasional Jika UU Cipta Kerja Jalan Terus

Sebanyak 2 juta butuh dari seratusan pabrik mengancam melakukan mogok nasional jikan pemerintah nekat menjalankan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Video Viral Tentara Usir Mertua dari Rumah Dinas

Video viral memperlihatkan seorang prajurit tentara mengusir ibu mertuanya yang duduk di kursi roda dari rumah dinasnya.

Dosen UNJ Diduga Kirim Chat Mesum ke Mahasiswi

Kasus dugaan pelecehan diduga terjadi di Universitas Negeri Jakarta, di mana seorang dosen dilaporkan mengirim chat mesum kepada beberapa mahasiswa.

+ PLUS Membaca Pilpres 2024 Tanpa Jokowi

“Artinya, kalau misalnya ketiga nama ini dapat tiket [Pilpres 2024], sepertinya dengan pola sekarang berdasarkan konstitusi--mereka yang menang satu putaran langsung dilantik sebagai presiden--tidak akan tercapai."

Ahli ITB Jelaskan Penyebab Gunung Semeru Erupsi

Ahli vulkanologi ITB menjelaskan penyebab Gunung Semeru mengalami erupsi, salah satunya curah hujan tinggi.

+ PLUS Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Berat Terjebak Kegelapan

Upaya penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia kategori berat makin rumit dan kompleks. Penyebab utama semua itu adalah dedikasi dan komitmen politik hukum penegakan hak asasi manusia yang lemah.

Arief Puyuono: Airlangga - Ganjar Capres Top Versi Ramalan Jayabaya

Arief Puyuono menyebut sosok Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto adalah figur yang cocok menjadi presiden berdasarkan Ramalan Jayabaya.

Kasus Covid-19 Melonjak, Swiss dan Belanda Kerahkan Tentara

Pemerintah Swiss dan Belanda kembali mengerahkan 2.500 anggota tentara untuk membantu pemerintah daerah menangani pandemi virus corona.

Satu Ton Rendang untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru di Lumajang

Pemkab Dharmasraya memiliki cara meringankan beban korban bencana guguran awan panas Semeru di Lumajang dengan memasak satu ton rendang dan akan dikirim pada Kamis (8/12/2021).