Jembatan Baru Grawah Boyolali Dibuka, Hati-Hati Menikung!
Pengguna jalan melintas di jembatan baru Grawah di Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali, Kamis (20/12/2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, BOYOLALI -- Jembatan baru Grawah di Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali, sudah dibuka sejak awal Desember 2018. Jembatan ini dibangun sebagai pengganti jembatan lama yang patah diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Kendaraan roda dua, roda empat, bahkan truk pengangkut pasir kini dapat melintasi jembatan sepanjang sekitar 40 meter dan lebar 7 meter ini. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Kamis (20/12/2018), lalu lintas kendaraan di jembatan yang berada di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) itu melaju dengan lancar.

Kendaraan dari arah Selo/Magelang menu Cepogo/Boyolali dan sebaliknya bisa melaju pada lajur masing-masing. Tidak ada lagi antrean mobil mengunggu giliran melintas secara bergantian di jembatan darurat.

Pengguna jalan lega atas selesainya pembangunan Jembatan Grawah karena perjalanan mereka dari arah Boyolali menuju Magelang dan sebaliknya saat ini lebih lancar.

“Alhamdulilah sekarang jembatan baru sudah bisa dilewati sehingga perjalan kami dari Selo ke Cepogo lebih lancar,” ujar pengendara sepeda motor asal Selo, Boyolali, Rohadi, 45, saat ditemui di sekitar lokasi, Kamis.

Ungkapan senada dikatakan Ahmadi, 30, warga Magelang. Menurutnya, perjalanannya dari Magelang menuju Solo via Selo cukup ditempuh selama sekitar 2 jam.

“Jalannya sudah mulus dan jembatannya [Grawah] juga sudah jadi. Perjalanan makin singkat dan lancar. Dari Magelang ke Solo sekitar 2 jam sampai, dulu bisa lebih dari itu,” ujar pengemudi mobil ini saat ditemui wartawan di Cepogo.

Di sisi lain, meski jembatan baru sudah bisa digunakan, pengguna jalan harus tetap hati-hati saat akan masuk atau keluar mulut Jembatan Grawah yang melintang arah timur-barat tersebut. Mereka harus mengurangi kecepatan dan waspada saat akan melintasi mulut jembatan bagian barat.

Tepat di mulut pintu itu, jalan langsung menikung ke arah utara (menuju Selo/Magelang) sehingga mereka harus berhati-hati agar tidak terlibat tabrakan atau kecelakaan dengan pengguna jalan dari arah berlawanan.

Beberapa pengguna jalan mengaku memahami kondisi jalan menikung tepat di depan jembatan itu. “Kondisi jalannya memang begitu. Yang penting kami berhati-hati,” ujar Hamid, 25, warga Selo.

Sebagai informasi, salah satu lajur (lajur selatan) jembatan Grawah itu ambruk pada 6 Maret 2017. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi siang hari setelah hujan deras itu.

Jembatan kemudian ditutup total bagi kendaraan roda empat hingga 13 Maret 2017. Pada 14 Maret 2017 difungsikan jembatan Bailey satu lajur sebagai jembatan darurat. Awal 2018 jembatan baru mulai dibangun dan selesai Desember tahun yang sama.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom