Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, melepas warga Jateng bertransmigrasi ke Sumatra Barat di Semarang, Senin (10/12/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Menjelang berakhirnya tahun 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) kembali memberangkatkan warganya untuk bertransmigrasi ke luar pulau. Kali ini ada sekitar 100 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 383 orang yang diberangkatkan untuk menjalani transmigrasi di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat.

ke-383 warga Jateng itu yang akan bertransmigrasi itu dilepas langsung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Gedung Transisto, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Senin (10/12/2018).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi (Disnakertrans) Jateng, Wika Bintang, mengatakan sepanjang 2018 Jateng telah memberangkatkan 170 KK dengan jumlah mencapai 700 jiwa untuk menjalani transmigrasi.

Di tempat transmigrasi, setiap kepala keluarga akan mendapat lahan 2 hektare. 170 KK itu tak hanya ditempatkan di Sumatra Barat, tapi juga di tujuh provinsi lain dengan penganggaran dari APBN dan APBD.

Kalau untuk hari ini yang diberangkatkan 100 KK terdiri dari 383 jiwa, termasuk di antaranya empat anggota TNI. 383 orang itu terdiri dari 195 laki-laki dan 188 perempuan dengan tingkay usia dewasa 245 orang, sedangkan usia 5-15 tahun mencapai 138 jiwa,” ujar Wika di sela acara pelepasan transmigrasi.

Wika menambahkan di tempat transmigrasi nanti, warga akan mendapat berbagai fasilitas, mulai dari sarana ibadah, pendidikan, lahan pertanian, hingga listrik. Kendati infrastruktur jalan di lokasi transmigrasi belum sepenuhnya teraspal, ia berharap para transmigran bisa menyesuaikannya.

Pemprov [Jateng] menyiapkan rumah tipe 36 dari APBD. Juga terdapat angkutan transmigran, sarana air bersih, instalansi listrik bertenaga surya, dan lain-lain,” imbuh Wika.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berharap dengan transmigrasi itu kehidupan ekonomi warganya bisa berubah menjadi lebih baik. Dia yakin dengan transmigrasi kloter ini masyarakat akan cepat melakukan adaptasi karena di Sijunjung juga sudah ada masyarakat yang berasal dari Jateng.

"Saya pernah ke Sijunjung melihat teman-teman kita yang lebih dulu ada di sana. Semoga ini bisa membantu mereka dengan masa depan yang lebih baik, Indonesia juga akan diisi keragaman dari berbagai daerah. Kita bisa menjadikan transmigrasi sebagai kohesi anak-anak bangsa. Semoga perekonomian mereka akan lebih baik," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: