Polisi berjaga di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (20/8/2014), saat sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). (Bisnis-Abdullah Azzam)

Solopos.com, JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut ada 10 elemen masyarakat yang melakukan aksi di sekitar Monas serta Patung Arjuna Wijaya, Rabu (26/6/2019).

"Sudah ada 10 elemen masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pada hari ini di Jakarta," kata Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Sebanyak 10 elemen masyarakat yang melaksanakan kegiatan aksi difasilitasi Polda Metro Jaya di sekitar Monas atau Patung Arjuna Wijaya karena di dekat Gedung Mahkamah dilarang untuk dilakukan aksi.

Hal itu agar tidak mengganggu majelis hakim dalam memutus perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang direncanakan dibacakan pada Kamis (27/6/2019).

"Pokoknya di depan MK dan di titik-titik yang mengganggu proses dinamika sidang yang ada di MK itu tidak boleh. Itu bahwa proses dinamika yang terjadi di dalam MK maupun di sekitar MK itu betul-betul clear," kata Dedi Prasetyo, sebagaimana dilansir Antara.

Situasi keamanan di MK pada Rabu disebutnya cukup kondusif, aparat keamanan pun sudah bersiaga sesuai dengan zona yang ditugaskan.

Personel yang dibekali senjata api hanya tim antianarkis yang hanya dapat menggunakan senjata di bawah kendali Kapolda Metro Jaya secara selektif sesuai dengan eskalasi ancaman.

Ia pun mengingatkan 10 elemen masyarakat yang melakukan aksi untuk tertib dan membubarkan diri sebelum pukul 18.00 WIB.

"Waktunya jam 10.00 WIB sampai dengan jam 18.00 WIB. Di luar itu tidak boleh," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten