Jelang PSBB Jakarta, Ribuan Penumpang di Terminal Wonogiri Malah Berangkat ke Ibu Kota
Suasana Terminal Giri Adipura Wonogiri jelang waktu keberangkatan bus pada Minggu (13/9/2020) siang. Aktivitas di terminal tersebut masih terpantau normal meski Jakarta akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Jelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta pada Senin (14/9/2020), aktivitas di Terminal Giri Adipura Wonogiri terpantau normal.

Belum ada lonjakan penumpang kedatangan dari arah Jakarta menuju Wonogiri. Justru penumpang keberangkatan dari Wonogiri menuju Jakarta lebih banyak dari pada penumpang kedatangan.

Berdasarkan data produksi Terminal Giri Adipura Wonogiri pada Sabtu (12/9/2020), jumlah penumpang kedatangan dari wilayah Jabodetabek ke Wonogiri sebanyak 1.150 orang. Sedangkan jumlah penumpang keberangkatan dari Wonogiri menuju wilayah Jabodetabek sebanyak 1.907 orang.

Masuk Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Joko Widodo Jadi Koordinator PKL & Parkir

Fakta ini justru berbeda dengan fenomena penumpang bus jelang pemberlakuan PSBB di Jakarta beberapa bulan lalu, saat kali pertama PSBB diterapkan. Penumpang kedatangan saat itu lebih banyak. Kaum boro banyak yang pulang kampung ke Wonogiri.

"Meski dari kemarin masih terpantau normal, hingga saat ini kami masih tetap memantau perkembangan penumpang. Untuk berjaga-jaga jika ada lonjakan penumpang kedatangan pada hari ini," kata Kepala Terminal Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (13/9/2020).

Agus mengatakan, dulu saat kali pertama Jakarta bakal menerapkan PSBB, penumpang kedatangan di Terminal Wonogiri cukup banyak. Namun untuk saat ini ketika Jakarta mau menerapkan PSBB kembali, aktivitas di terminal masih terpantau normal. Belum ada lonjakan.

"Untuk kepastian ada tidaknya lonjakan penumpang kedatangan bisa dilihat besok pagi. Karena kedatangan bus dari Jakarta sampai Wonogiri biasanya sore hingga malam hari. Maka besok pagi baru terlihat," ungakap dia.

Tunggu Surat Edaran

Hingga saat ini, menurut dia, belum ada surat edaran atau maklumat dari pihak yang berwenang soal kebijakan terhadap transportasi darat saat PSBB di Jakarta di terapkan. "Jika ada segera ditindaklanjuti," kata Agus.

Kepala Devisi Marketing Perusahaan Otobus Putera Mulya, Heri Prasetyo, mengatakan jelang PSBB di Jakarta, aktivitas armada bus masih berjalan seperti biasanya. "Belum ada surat edaran yang secara khusus mengatur moda transportasi darat. Kami masih menunggu juga, masih kami pantau kebijakannya," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Diawali Ledakan, Pangkalan Elpiji dan Bengkel di Jl Sragen-Solo Ludes Terbakar

Karena belum ada peraturan khusus, lanjut dia, bus masih beroperasi seperti biasanya. Tidak ada pembatasan penumpang di dalam bus, biaya atau tarif bus masih normal dan waktu pemberangkatan bus pun juga masih normal.

Ia mengatakan, pada Minggu, armada bus Putera Mulya yang berangkat ke Jakarta sebanyak 10 unit. Jumlah penumpang keberangkatan maupun kedatangan hampir sama, namun banyak yang berangkat ke Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas masih berjalan seperti biasnya, tidak ada persiapan khusus.

"Kita mengalir saja aktivitasnya. Apakah nanti bus dibatasi atau tidak untuk keluar masuk Jakarta, masih kami tunggu," kata Heri.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom