Tutup Iklan

Jelang Pra-IPO, GoTo Dapat Guyuran Dana Rp5,64 Triliun dari Abu Dhabi

GoTo Group, menandatangani perjanjian dengan anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) dengan investasi senilai Rp5,64 triliun atau US$400 juta.

 GoTo, hasil bergabungnya Gojek dan Tokopedia. (YouTube Gojek Indonesia)

SOLOPOS.COM - GoTo, hasil bergabungnya Gojek dan Tokopedia. (YouTube Gojek Indonesia)

Solopos.com, JAKARTA —  GoTo Group, perusahaan teknologi multinasional asal Indonesia, menandatangani perjanjian dengan anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).

Perjanjian tersebut menjadikan ADIA memimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi senilai Rp5,64 triliun atau US$400 juta.

CEO GoTo Group Andre Soelistyo mengatakan ADIA merupakan investor terbaru di perusahaan dan yang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO GoTo. GoTo saat ini terus menyiapkan bisnis untuk pertumbuhan eksponensial pada tahun-tahun mendatang.

“Dukungan dengan skala seperti ini menegaskan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara akan menjadi tujuan besar selanjutnya untuk investasi teknologi,” kata Andre dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: Antam Naik! Cek Harga Emas Pegadaian, Kamis 21 Oktober 2021

GoTo, kata Andre, berkomitmen dalam menjalankan misi memberdayakan kemajuan, dengan fokus meningkatkan taraf hidup dan membantu untuk membangun mata pencaharian di negara-negara GoTo beroperasi.

Sekadar informasi, transaksi senilai Rp5,64 triliun tersebut menjadi investasi pertama oleh Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia Tenggara, dan sekaligus investasi terbesarnya di Indonesia.

ADIA akan menjadi investor terbaru yang masuk ke dalam daftar investor global di GoTo saat ini, menyusul Alibaba Group, Astra International, Facebook, Global Digital Niaga (GDN), Google, KKR, PayPal, Sequoia Capital India, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent dan Warburg Pincus.

Baca Juga: Pembatasan Kuota Solar Bersubsidi, Sopir Ngaku Rugi Waktu dan Materi

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Private Equities ADIA Hamad Shahwan Al Dhaheri mengatakan investasi ADIA di GoTo sejalan dengan berbagai tema investasi utama ADIA.

Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi digital di negara-negara Asia Tenggara yang berkembang pesat.

“Kami melihat potensi yang kuat di wilayah ini, terutama di Indonesia, di mana latar belakang ekonomi yang dinamis mendorong ADIA untuk terus memperkuat kehadirannya di negara ini,” kata Hamad.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Utang Pinjol Resmi Tembus Rp27,9 Triliun, Ini Pendana Terbesar

Statistik OJK terkait industri teknologi finansial pendanaan bersama alias peer-to-peer lending (fintech lending) mengungkap utang di industri ini telah menembus Rp27,9 triliun.

Omicron Jadi Ancaman Baru, Apa Dampaknya bagi Investasi Emas di 2022?

Kemunculan varian baru virus corona, Omicron diprediksi apat menjadi katalis penguatan harga emas pada 2022 mendatang.

Bali dan Labuhan Bajo Jadi Pilihan Menginap Penonton MotoGP Mandalika

Masih terbatasnya akomodasi hotel di Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa menjadikan Bali dan Labuhan Bajo sebagai alternatif tempat menginap para tamu MotoGP 2022.

Tugas Melanjutkan Transformasi Bagi Dirut Baru PLN Darmawan Prasodjo

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN 2021 menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PLN, menggantikan Zulkifli Zaini.

Semeru Erupsi, Operasional Kereta Api di Jawa Timur Berjalan Normal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan operasional Kereta Api di wilayah Jawa Timur saat ini masih berjalan normal kendati terjadi erupsi Gunung Semeru.

Emas Masih Cuan untuk Investasi Pada 2022, Simak Prediksinya

Bagi yang merencanakan investasi pada tahun depan, emas bisa jadi pilihan. Emas disebut masih memiliki potensi yang positif untuk investor pada 2022 mendatang.

6 Tahun Tugu Insurance Pertahankan Global Financial Strength Rating A

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) mempertahankan predikat Financial Strength Rating A-(Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating of A- (Excellent) dari A.M. Best.

Awal Pekan, Yuk Cek Harga Emas di Pegadaian Senin 6 Desember 2021

Di awal pekan, harga emas 24 karat yang dijual Pegadaian baik cetakan Antam maupun UBS, pada Senin (6/12/2021) terpantau stagnan atau sama dengan harga kemarin.

Kemenko Perekonomian Minta BPOM Kaji Ulang Rencana Label BPA pada Galon

Kemenko Perekonomian mendorong BPOM untuk mengkaji ulang rencana pelabelan kandungan Bisfenol A (BPA) pada air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang.

Malaysia Minta 32.000 PMI untuk Perkebunan Sawit, Ini Respons Menaker

Pemerintah belum dapat menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perkebunan sawit Malaysia.

Pasokan dari Petani Terbatas, Harga Cabai Rawit di Bantul Naik

Memasuki musim penghujan dan jelang Nataru, harga cabai rawit dari petani mulai meningkat. Kenaikan harga cabai diprediksi akan terus berlangsung hingga Januari 2022.

Termasuk YIA, Ini Sejumlah Bandara Baru yang Sepi Seusai Diresmikan

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menambah daftar bandara baru yang sepi penumpang setelah diresmikan oleh Joko Widodo (Jokowi).

Kisah Najieb, Pengusaha Tuli Asal Karanganyar Taklukkan Dunia Digital

Keterbatasan fisik tak membuat orang patah semangat dan berhenti berkarya. Hal itu juga dilakukan Ahmad Zaky Najieb, 44, seorang pengusaha las tuli penghobi seni.

Hampir 100% Transaksi Nasabah Mandiri Via Online

Kehadiran Super App Livin’ By Mandiri (berlogo kuning), serta Kopra by Mandiri mampu menekan transaksi langsung di sejumlah kantor cabang.

Perusahaan AMDK Tolak Mentah-Mentah Pasang Label BPA di Galon Isi Ulang

Asosiasi Perusahaan AMDK menyebut belum ada bukti saintifik yang menunjukkan bahaya penggunaan galon isi ulang dalam jangka panjang terhadap kesehatan.

880 Juta Galon Isi Ulang Terancam Punah, Ini Penyebabnya

Revisi Peraturan BPOM ini secara tidak langsung mendorong pelaku usaha beralih dari galon isi ulang ke produk sekali pakai.