Jelang Pilpres, Facebook Gencar Buru Akun Palsu

Facebook menilai Pemilu Presiden 2019 di Indonesia pada 17 April merupakan salah satu prioritas mereka sehingga mereka bersikap lebih proaktif untuk menjaga keamanan di platform jejaring sosial tersebut.

Jelang Pilpres, Facebook Gencar Buru Akun Palsu

SOLOPOS.COM - lustrasi Facebook. (Bloomberg/Chris Ratcliffe)

Solopos.com, JAKARTA – Facebook menilai Pemilu Presiden 2019 di Indonesia pada 17 April merupakan salah satu prioritas mereka sehingga mereka bersikap lebih proaktif untuk menjaga keamanan di platform jejaring sosial tersebut.

“Pemilu di Indonesia menjadi salah satu prioritas tinggi kami,” kata Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook, Nathaniel Glachier, saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Salah satu fokus perhatian Facebook menjelang pesta demokrasi adalah akun akun yang menunjukkan perilaku tidak otentik yang terorganisir, masalah yang lebih kompleks dibandingkan akun palsu.

Facebook mendefinisikan akun tidak otentik yang terorganisir sebagai sekumpulan orang atau laman yang menciptakan pemahaman yang kurang tepat kepada publik, baik mengenai apa yang mereka lakukan maupun identitas mereka.

Menurut Glachier, aktor jahat seperti ini dalam komunikasi publik di jejaring sosial sebenarnya berjumlah sangat sedikit, jika dibandingkan dengan populasi warganet secara umum. Tapi, mereka memiliki teknik untuk memanipulasi informasi yang ingin mereka sampaikan ke publik.

Facebook secara global memiliki tim keamanan siber untuk mengatasi masalah seperti ini, mereka mengkombinasikan mesin dengan manusia untuk menghapus akun palsu, baik yang terorganisir maupun tidak, dari platform mereka.

Sistem Facebook secara otomatis akan mendeteksi akun palsu dan segera menghapusnya, tidak memandang siapa pembuatnya maupun dari mana akun tersebut dibuat.

Glachier mengaku tidak memiliki angka yang pasti mengenai jumlah akun yang telah mereka hapus di Indonesia karena setiap menit sistem Facebook dapat mendeteksi dan menghapus akun seperti itu. “Sistem kami mendeteksi jutaan akun palsu setiap menit dan kami segera menghapusnya,” kata dia.

Tapi, akun tidak otentik yang teroganisir lebih sulit dideteksi karena umumnya mereka dikelola manusia. Facebook memiliki tim investigasi internal mereka untuk mendeteksi akun-akun seperti ini.

Akun seperti itu dilihat dari pola perilaku mereka, bukan berdasarkan konten yang mereka unggah di Facebook. Mereka umumnya mengunggah konten yang menciptakan pemahaman yang kurang tepat di publik.

Pada masa pemilihan umum, akun seperti ini dapat mempengaruhi narasi politik dan menciptakan pemahaman yang kurang tepat bagi publik.

Facebook juga menggandeng mitra pengecek fakta atau fact checker di Indonesia agar platform mereka tidak disalahgunakan untuk menyebarkan berita palsu. Begitu fact checker menandai sebuah berita tergolong hoax, Facebook akan mengurangi distribusi konten tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kerap Diserang Netizen, Pandji Pragiwaksono Kangen Era SBY

Pandji Pragiwaksono kerap menerima komentar pedas dari sejumlah tokoh yang merupakan pendukung pemerintah.

Suporter Persis Solo akan Jadi Sasaran Vaksinasi, Begini Tanggapan Pentolan Pasoepati

Sejumlah tokoh suporter di Kota Solo menyambut baik rencana DPP Pasoepati yang hendak menggelar program vaksinasi suporter bersama Pemkot Solo.

Pencairan Insentif Penanganan Covid-19 Untuk Nakes Kota Solo Lampaui 50%

Pencairan insentif untuk para tenaga kesehatan atau nakes yang menangani pasien Covid-19 di Kota Solo sudah melampaui 50%.

HERO Alihkan Gerai ke Pihak Ketiga

Hero secara keseluruhan kini mengoperasikan 395 gerai tetapi angka tersebut akan berkurang menyusul peralihan fokus yang sedang dilakukan.

Gubernur DKI Minta Dua Harimau Ragunan Dites PCR

Gubernur DKI berpesan agar pengelola terus memantau kondisi kesehatan Tino, Hari maupun satwa lainnya yang ada di TMR.

Mantap! Tempat Isolasi Terpusat GOR Gelarsena Klaten Bakal Dilengkapi Fasilitas Olahraga dan Buku

Fasilitas di tempat isolasi terpusat GOR Gelarsena Klaten bakal ditambah. Rencananya, tempat isolasi terpusat itu bakal ditambahi perlengkapan olahraga hingga buku.

Kisah Pilu Azalea, Bayi 9 Bulan asal Sragen yang Harus BAB Lewat Perut

Nasib malang dialami bayi berumur sembilan bulan asal Sidoharjo, Sragen, yang mengalami kelainan hingga harus BAB lewat perut.

Dua Harimau Ragunan Tertular Corona dari Siapa?

Ada kemungkinan kedua satwa itu tertular dari pasien orang tanpa gejala (OTG).

Ulama Golkar: Saatnya Pak Airlangga Jadi Presiden

Sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, kemampuan Airlangga untuk memimpin Indonesia tidak perlu diragukan lagi.

Perawat RSUD Bung Karno Solo Tengah Hamil 7 Bulan Meninggal Positif Covid-19, Begini Kronologinya

Perawat RSUD Bung Karno Solo meninggal dunia dalam kondisi hamil tujuh bulan dan terkonfirmasi positif virus coron, Minggu (1/8/2021).

Pemindahan Pasien Covid-19 Klaten ke Donohudan

47 Warga Klaten Sembuh Setelah Menjalani Isolasi di Donohudan Warga terkonfirmasi positif Covid-19 diantar menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (1/8/2021).

Spesifikasi Realme GT Master Explorer, Ponsel Mewah yang Terinspirasi dari Koper

Realme GT Master Explorer hadir dengan spesifikasi gahar dan desain menarik yang terinspirasi dari bentuk koper.