Stadion Gelora Bung Tomo. (Liputan6.com)

Madiunpos.com SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mempersiapkan sukarelawan sebagai penerjemah bahasa asing dan mempromosikan makanan Lumpia Stadion sebagai ikon kuliner dalam menyambut Piala Dunia U-20 pada 2021.

Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, menuturkan sekarelawan sebagai penerjemah bahasa asing ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk suporter Persebaya, Bonek, dan Bonita.

"Nantinya dilakukan proses seleksi sebagai penerjemah yang ditempatkan di hotel-hotel tempat peserta menginap," tambah Whisnu, demikian mengutip laman Antara, Jumat (15/11/2019).

Dia menuturkan para sukarelawan tersebut akan dilatih bahasa asing agar bisa berkomunikasi dengan para peserta di Piala Dunia U-20. Apalagi, lanjut dia saat ini sudah ada aplikasi penerjemah bahasa asing di ponsel sehingga bisa memudahkan para sukarelawan. Whisnu mengemukakan Pemkot Surabaya akan mengoptimalkan keterlibatan dan peran serta warga Surabaya dalam piala dunia tersebut.

"Jadi tidak hanya bicara soal perbaikan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saja. Tapi juga bagaimana melibatkan warga Surabaya ikut berperan serta," sebutnya.

Kesiapan tersebut, lanjut dia, juga menjadi program hingga di kampung-kampung. Whisnu mencontohkan warga bisa membuat pernik-pernik khas kesebelasan negara peserta yang bisa dijual saat Piala Dunia berlangsung.

"Ini juga menguatkan karakter Surabaya sebagai kota bola," kata Whisnu yang digadang-gadang maju dalam Pilkada Surabaya 2020.

Selain itu, tambah dia, kuliner khas yang dikenal dengan nama Lumpia Stadion juga perlu dipromosikan. Para Penjual akan dilatih proses pembuatan lumpia yang bisa dinikmati.

"Supaya lumpia itu rasanya enak dan tidak keras, cara membuatnya seperti apa ya harus ada pelatihan," ujar Whisnu.

Diketahui Lumpia Stadion menjadi kuliner wajib bagi para Suporter Persebaya Surabaya ketika menyaksikan pertandingan di Stadion GBT. Harganya terjangkau dan selalu menjadi teman setia sebagai kudapan.

"Ini juga dipromosikan karena Arek-Arek Surabaya kalau nonton cukup bawa uang Rp5.000, sudah bisa beli. Nanti harganya tetap menggunakan nominal rupiah. Kalau bayar pakai dolar, yang berjualan bingung memberi kembalian," kata Whisnu sambil tersenyum.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya mendukung upaya pemerintah kota membenahi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang akan dijadikan sebagai salah satu venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2021.

Ketua Kadin Surabaya, Muhammad Ali Affandi, meminta semua pihak menyudahi polemik soal Stadion GBT. Terkait kekurangan yang ada sebab masih ada cukup waktu untuk perbaikan.

“Dengan kekompakan seluruh elemen, dan nanti ada perbaikan yang setahu saya memang sudah disiapkan Pemkot Surabaya, kita akan bisa menyukseskan mimpi menjadi tuan rumah megaevent tersebut,” ujar Andi.

Ia menuturkan, penunjukan Stadion GBT bukan hanya akan membawa nama baik Surabaya, tapi juga Jawa Timur dan Indonesia. Selain itu juga akan mendorong ekonomi daerah.

Sumber: Antara, Liputan6.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten