Jelang Piala Dunia U-20 2021, Pemkot Solo Sebut Nasib PKL Manahan di Tangan PSSI
Kondisi deretan selter PKL Manahan, Solo, Minggu (26/1/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota Solo belum memastikan kebijakan apa yang mereka ambil terkait pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Stadion Manahan. Pemkot cenderung memilih tidak memindahkan PKL dari Manahan dalam pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 karena para PKL itu sepakat meliburkan diri.

Meski demikian, Pemkot Solo menyebut nasib PKL Manahan ada di tangan PSSI.  “Kalau boleh seperti itu (libur saat Piala Dunia, sehingga tak ada pemindahan PKL), saya malah lebih senang karena enggak perlu cari tempat pengganti. Saat ini sedang kami komunikasikan, tergantung PSSI. Misalnya, selter tidak perlu dibongkar, hanya diliburkan, saya senang sekali,” kata Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, kepada wartawan di Rumah Dinas Loji Gandrung, Senin (12/10/2020).

Oknum Sipir Rutan Solo Jadi Tersangka Penyelundupan Narkoba

Pemkot Solo terus berupaya agar Piala Dunia U-20 2121 tidak merugikan semua pihak. Terlebih, Paguyuban Gotong Royong (Selter Barat Stadion Manahan) dab Guyub Rukun (Selter Timur Manahan) sepakat libur selama Piala Dunia U-20 2021 berlangsung daripada dipindahkan.

Lebih jauhm, Rudy, sapaan akrab Wali Kota, mengatakan apabila PKL Selter Manahan boleh libur maka pihaknya tinggal memikirkan hal teknis. Apakah bangunan selter akan dirobohkan atau sekadar dibersihkan saat event berlangsung. Hal tersebut juga akan dikomunikasikan dengan PSSI.

“Selama ini belum ada arah untuk libur dulu kemudian harus bongkar selter, belum ada. Intinya cuma area sekitar Stadion Manahan harus bersih sesuai petunjuk FIFA (Federasi Sepakbola Internasional),” ucapnya.

Pengusaha Solo Robby Sumampouw Meninggal Dunia

Ia meminta PKL sabar menunggu keputusan dari PSSI. Secara lisan, pihaknya sudah menyampaikan keinginan tersebut. Namun, belum ada jawaban dari PSSI. Karena itulah, dalam waktu dekat Pemkot akan mengirim surat resmi. “Kapan mulai dibersihkan juga belum pasti, sebenarnya. PKL kan minta 3 bulan libur begitu pas saat event berlangsung. Tapi, PSSI dan FIFA kan mintanya 6 bulan sebelum event harus sudah klir. Kami komunikasikan dulu,” kata Rudy.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom