ilustrasi korupsi. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Kasus dugaan korupsi APB Desa Tremes 2016-2017 segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Neger (Kejari) Wonogiri akan melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor, pekan ini, setelah menerima pelimpahan tahap II dari penyidik.

Namun demikian, hingga sekarang tersangka yang tak lain Kepala Desa (Kades) nonaktif Tremes, Sidoharjo, Agus Juair, 40, masih menyangkal telah mengorupsi anggaran desa tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (29/1/2019), penyidik Kejari melakukan pelimpahan berkas tahap II kepada jaksa penuntut umum (JPU), Selasa (22/1/2019) lalu. Pada proses itu penyidik menyerahkan barang bukti dan tersangka.

Seusai diserahkan, tersangka ditahan lagi dengan status tahanan JPU selama 20 hari. Kini Agus sudah menjalani penahanan selama sepekan.

Sebelumnya, penyidik menahannya selama 20 hari untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. Setelah itu penyidik memperpanjang penahanan selama 40 hari.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Wonogiri, Ismu Armanda, saat ditemui Solopos.com, Selasa, mengatakan pelimpahan berkas tahap II dilaksanakan setelah JPU menyatakan berkas perkara lengkap (P21).

Pada pelimpahan tahap I, JPU mengembalikan berkas perkara kepada penyidik karena kurang lengkap (P19). Setelah kekurangan dapat dipenuhi, penyidik kembali melimpahkan berkas perkara sesuai petunjuk JPU dan dinyatakan lengkap.

JPU bersama Kepala Kejari (Kajari), Dodi Budi Kelana, mengekpose perkara untuk menyempurnakan dakwaan, Selasa. Jika semua sudah beres, JPU segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan pada pekan ini.

Biasanya, hari sidang perdana ditetapkan sepekan setelah berkas dilimpahkan. “JPU nanti ada enam orang, empat di antaranya kasi. Kami bekerja sama untuk membuktikan tindakan tersangka memenuhi unsur tipikor. Sampai sekarang tersangka masih menyangkal telah mengorupsi APB Desa 2016-2017,” kata Ismu mewakili Kajari.

Tim JPU terdiri atas Kasi Pidana Umum (Pidum) Bagyo Mulyono, Ismu, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Beni Prihatmo, Kasi Intelijen Amir Akbar Nurul Qomar, Hafidh, dan Tri Margono.

Ismu menjelaskan JPU sudah menyiapkan dakwaan subsideritas, yakni primer dan subsider. Dakwaan primer, yakni Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU No. 20/2001 perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor junkto Pasal 64 KUHP.

Sementara dakwaan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 KUHP. Dia menambahkan berdasar hasil akhir penghitungan Inspektorat, kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan tersangka berubah menjadi lebih kurang Rp455 juta.

Sebelumnya, kerugian negara tercatat lebih kurang Rp355 juta. Menurut Ismu, kerugian negara berubah karena ada item yang sebelumnya belum dihitung Inspektorat.

“Sampai sekarang Agus belum mengembalikan kerugian negara seperti yang dijanjikan sebelumnya. Tapi keluarganya masih berkomitmen mengembalikan selama proses hukum ini bergulir,” ulas Ismu.

Hingga berita ini ditulis, pengacara Agus Juair, Ganis Wibowo, belum dapat dimintai konfirmasi. Saat Solopos.com menghubungi nomor ponselnya, dia tak menjawab panggilan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten