Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan bantuan alat/mesin pertanian kepada para petani di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (30/3/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)

Semarangpos.com, REMBANG — Kurang dari satu bulan menjelang pemungutan suara Pemilu 2019, Sabtu (30/3/2019), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang kerap tampil di hadapan publik sebagai representasi pendukung pasangan nomor urut 01 dalam pilpres membagi-bagikan alat/mesin pertanian kepada para petani di Kabupaten Rembang, Jateng.

Ratusan kelompok tani di Kabupaten Rembang menerima bantuan alat/mesin pertanian (alsintan) dari Gubernur Ganjar Pranowo sebagai upaya meningkatkan produksi sekaligus efisiensi pertanian di kabupaten itu. Alsintan untuk kelompok tani itu diserahkan kepala daerah yang juga politikus PDI Perjuangan saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Rembang.

Tak kurang dari 190 traktor, 77 cultivator, dan 31 unit pompa air, dibagikan-bagikan Ganjar yang dalam kesempatan itu tampil dengan kemeja putih. Setelah memberikan bantuan alsintan tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo mengajak seluruh petani di Jateng melakukan mekanisasi pertanian.

Menurut dia, hal itu penting dilakukan agar pertanian di Jateng semakin maju dan meningkatkan produksi pertanian. Disebutkannya pula kemajuan zaman menuntut para petani untuk mengubah sistem pertanian dari konvensional menuju modern.

Selain memaksa petani untuk mau tidak mau menggunakan peralatan pertanian yang canggih, dia juga menyatakan kemajuan zaman juga membuat pekerjaan petani lebih efisien dan lebih mudah, serta hasil pertanian juga akan meningkat. "Sekarang banyak orang mengeluh ke saya, katanya mencari buruh pertanian sulit, ada juga yang mengeluh lahan semakin menyempit serta minimnya generasi penerus yang mau menjadi petani. Untuk menjawab persoalan-persoalan itu, mekanisasi pertanian adalah salah satu solusi yang tepat," katanya.

Selain mekanisasi pertanian, hal yang harus dilakukan para petani adalah cara bertani yang baik, penggunaan pupuk organik, pestisida organik, dan budidaya produk-produk pertanian yang organik juga harus ditingkatkan. "Maka pertanian berkelanjutan ini akan menjadi harapan besar bagi anak cucu kita kelak," tegasnya.

Ganjar Pranowo menyebutkan persoalan lain yang harus dihadapi oleh para petani adalah permasalahan lahan yang semakin menyempit sehingga dirinya berharap para petani dapat mengkonsolidasikan lahan, dengan cara membentuk kelompok-kelompok pertanian dan bekerja secara bersama-sama. "Saya harapkan dalam satu hamparan, milik orang banyak tapi dikelola bersama, pembentukan kelompok tani adalah solusi terbaik untuk persoalan menyempitnya lahan ini," ujarnya.

Ali Santoso selaku ketua Kelompok Tani Guyub Rukun, Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Semarang, mengaku senang dengan diberikannya alat-alat mesin pertanian tersebut oleh pemerintah. Menurut dia, alat-alat mesin pertanian yang diberikan Gubernur Jateng itu sudah lama diharapkan para petani di Kabupaten Rembang.

"Selama ini kalau bertani ya masih dengan cara konvensional, misalnya untuk membajak sawah masih menggunakan sapi, tanam padi ya manual sampai panen. Dengan adanya bantuan alat pertanian ini, kami berharap dapat memperlancar dan mempermudah pekerjaan kami," kata dia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten