Jelang Pelantikan Presiden AS: Biden Tetap Akui Yerussalem Ibu Kota Israel
Joe Biden dan Kamala Harris. (Detik.com)

Solopos.com, WASHINGTON -- Dalam hitungan jam, publik Amerika Serikat akan memiliki presiden baru. Joe Biden-Kamala Harris akan dilanting menjadi Presiden dan Wakil Presiden AS pada Rabu (20/1/2020) malam WIB.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, memberikan ucapan selamat kepada Joe Biden yang akan jadi Presiden ke-46 Amerika Serikat . Bamsoet berharap duet Joe Biden dan Kamala Harris dapat menjadikan Amerika Serikat (AS) menjadi lebih baik.

Menurut Bamsoet, Biden dan Kamala akan memulai pengabdiannya sebagai pemimpin AS dalam situasi yang serba tidak mudah. Seperti banyak negara lainnya, termasuk Indonesia, AS tengah bekerja keras mengatasi dampak pandemi COVID-19 yang telah melumpuhkan perekonomian global.

10 Presiden AS yang Sakit Saat Menjabat, 4 di Antaranya Meninggal Dunia

Biden diharapkan dapat membawa AS keluar dari krisis dampak pandemi COVID-19 agar terbuka peluang bagi upaya pemulihan ekonomi. Bamsoet menyebut pemulihan ekonomi di AS bisa mendorong pemulihan ekonomi global dan memberi dampak positif bagi Indonesia.

"Saya juga mengajak Presiden Biden untuk melihat dan memaknai catatan historis tentang hubungan dan kerja sama bilateral RI-AS yang telah berjalan selama 70 tahun. Selama rentang waktu itu, persahabatan kedua negara-bangsa sangat dinamis dan produktif," kata Bamsoet, Rabu (20/1/2021).

Akui Yerussalem Ibu Kota Israel

Sementara itu, Joe Biden akan tetap mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, tapi akan mengupayakan pembentukan negara Palestina. Pemerintahan Biden tidak berniat untuk mengubah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump itu.

Presiden AS Donald Trump dan Istrinya Positif Corona

Hal tersebut disampaikan Antony Blinken, calon Menteri Luar Negeri (Menlu) AS pilihan Biden dalam sidang konfirmasi pencalonannya di Senat pada Selasa (19/1/2021) waktu setempat.

Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu, saat ditanya pada sidang konfirmasi oleh Senator Ted Cruz, apakah Amerika Serikat akan mempertahankan sikapnya soal Yerusalem dan mempertahankan kedutaannya di kota itu, Blinken menjawab tanpa ragu, "Ya dan ya."

Diketahui bahwa pada tahun 2017, Trump menuai kontroversi setelah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS ke kota itu. Langkah Trump itu berlawanan dengan konsensus internasional, di mana kota suci tiga agama itu telah lama diperebutkan Israel-Palestina dan berada dalam status quo.

Presiden AS Ogah Lanjutkan Perundingan Perdagangan dengan Tiongkok, Alasannya Corona?

Palestina dan Israel sama-sama menganggap Yerusalem sebagai ibu kota negara. Dalam sidang konfirmasi di Senat, Blinken mengisyaratkan bahwa Biden akan berupaya lebih keras untuk merealisasikan pembentukan negara Palestina, meski mengakui kesulitan yang mungkin dihadapi.

"Satu-satunya cara untuk memastikan masa depan Israel sebagai negara Yahudi yang demokratis, yakni memberikan Palestina negara yang menjadi hak mereka. Hal ini menjadi solusi untuk dua negara," kata Blinken.

"Secara realistis sulit untuk melihat prospek jangka pendek untuk itu. Yang penting adalah memastikan tidak ada pihak yang mengambil langkah yang membuat proses yang sudah sulit menjadi lebih menantang," katanya.

Pemerintahan Trump telah menyuarakan dukungan untuk terbentuknya negara Palestina tetapi mengatakan negara itu harus didemiliterisasi dan tidak memiliki ibukota di dalam Yerusalem.

 

Sumber: Detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom