Pengguna jalan melintasi Jl. Tegalgondo (Wonosari)-Janti (Polanharjo), Senin (3/6/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Jalan Tegalgondo (Kecamatan Wonosari)-Janti (Kecamatan Polanharjo) yang menjadi salah satu akses menuju objek wisata di Kecamatan Polanharjo termasuk Umbul Ponggok, https://soloraya.solopos.com/read/20190601/493/996154/asn-klaten-dilarang-pakai-mobil-dinas-untuk-mudik" title="ASN Klaten Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Mudik!">Klaten,  dalam kondisi rusak parah. 

Para pengguna jalan berharap jalan tersebut segera diperbaiki. Pantauan Solopos.com, jalan Tegalgondo-Janti sepanjang kurang lebih lima kilometer yang menuju objek wisata Umbul Manten dan Umbul Ponggok dipenuhi lubang. 

Lubang jalan menyebar dari Popongan, Kepoh, Geneng, Karangwungu, Sidowayah, dan Janti. Paling parah berada di kawasan Kepoh, Geneng, dan Sidowayah.  

“Jalan ini rusak sudah enam hingga tujuh bulan terakhir. Padahal jalan di sini termasuk baru saja diperbaiki. Lubang jalan muncul karena hujan dan sering dilintasi kendaraan bertonase berat,” kata salah seorang pengguna jalan Tegalgondo-Janti, Ramelan, 64, yang ditemui Solopos.com, di jalan tersebut, Senin (3/6/2019).

Ramelan berharap pemerintah kabupaten (pemkab) segera memperbaiki jalan tersebut.  Perbaikan jalan mendesak dilakukan agar kerusakan jalan tidak semakin parah. Di samping itu dapat mencegah terjadinya kecelakaanhttps://soloraya.solopos.com/read/20190528/493/995357/maling-kreatif-gasak-padi-siap-panen-dari-sawah-di-klaten" title="Maling Kreatif! Gasak Padi Siap Panen dari Sawah di Klaten"> lalu lintas. 

“Akibat banyaknya jalan berlubang, sering terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur sini. Setahu saya, awal Mei 2019, terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan jatuhnya koran meninggal dunia. Agar tak ada korban lagi, menurut saya solusinya harus segera diperbaiki,” kata Ramelan yang tinggal di pinggir jalan Tegagondo-Janti, Kepoh.

Hal senada dijelaskan warga Kecamatan Polanharjo, Parmi, 40. Kondisi jalan Tegalgondo-Janti yang dipenuhi lubang mengakibatkan pengguna jalan tidak nyaman. Hal tersebut juga menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. 

“Saya juga sering mendengar ada kecelakaan lalu lintas di Jl. Tegalgondo-Janti dalam beberapa pekan terakhir ini. Biasanya kecelakaan lalu lintas itu terjadi karena antara pengendara yang saling berebut ingin melintasi jalan yang masih bagus,” katanya. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) https://soloraya.solopos.com/read/20190528/493/995441/kasus-pungli-eks-kepala-dpu-klaten-kejari-jumlah-tersangka-bisa-bertambah" title="Kasus Pungli Eks Kepala DPU Klaten, Kejari: Jumlah Tersangka Bisa Bertambah">Klaten memperlebar jalan Tegalgondo-Janti sepanjang 2015-2016. Setelah diperlebar satu meter kemudian diaspal. 

Memasuki Ramadan 2019, Dinas PUPR juga sudah menambal jalan berlubang di beberapa lokasi di sepanjang kurang lebih 30 kilometer. Penambalan jalan itu difokuskan di Klaten bagian timur. 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten