Jelang Libur Natal & Tahun Baru, Pemkab Wonogiri Siaga Lonjakan Kedatangan Kaum Boro
Suasana Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri pada jam keberangkatan, Senin (12/10). (Solopos.com/Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Menghadapi libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) Pemerintah Kabupaten Wonogiri mempersiapkan jajaran pemerintahannya hingga tingkat bawah untuk mengantisipasi adanya lonjakan kedatangan kaum boro di Wonogiri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri, Haryono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh Camat dan Kepala Desa di Wonogiri dalam menghadapi libur Nataru. Selanjutnya, jajaran pemerintah desa diarahkan untuk berkoordinasi dengan Ketua RW dan Ketua RT di setiap kampung atau dusun.

Pelanggar Rambu di Perlintasan KA Bisa Didenda Rp750.000, Ayo Disiplin!

Menurut Haryono, peran Ketua RT dan RW di setiap Dusun atau kampung cukup membantu Satgas Covid-19. Dengan dibantu jajaran pemerintah kecamatan dan desa, mereka bisa mengawasi dan memantau kaum boro Wonogiri yang tiba di kampung halaman pada libur Nataru nanti.

"Sebenarnya pemerintah sudah mengimbau agar masyarakat tidak mudik. Rencana libur panjang di akhir tahun pun juga sudah dirubah. Meski demikian, kami tetap melakukan antisipasi kedatangan kaum boro," kata dia kepada wartawan di area Sekretariat Daerah Wonogiri, Jumat (4/12/2020).

Di bidang pemerintahan, kata Haryono, pada akhir tahun Pemkab akan menyelesaikan tugas-tugas akhir tahun, seperti closing atau penutupan APBD.

"Intinya di akhir tahun ini kami mewaspadai adanya lonjakan pemudik dengan cara memaksimalkan peran Ketua RT dan RW. Untuk pemerintahan, kami akan mengerjakan tugas yang harus diselesaikan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu disiplin protokol kesehatan," kata Haryono.

Periksa Kesehatan

Koordinator Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, mengatakan menjelang libur Nataru, para kru bus yang mempunyai trayek di Wonogiri akan diperiksa kesehatannya. Pemeriksaan bertujuan untuk meminimalkan potensi kecelakaan yang melibatkan bus pada masa libur Nataru.

Kru bus yang akan menjalani pemeriksaan kesehatan, kata Agus, sekitar 200 orang. Diantaranya sopir utama, sopir pengganti dan kernet bus. Mereka akan mulai diperiksa mulai 21 Desember hingga 22 Desember di terminal kedatangan Giri Adipura.

Innalillahi, Covid-19 Sudah Renggut Nyawa 3 Anggota DPRD Jateng

Agus mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan di antaranya pemeriksaan tensi darah, pengukuran suhu tubuh dan pemeriksaan urin. Nantinya, para kru bus akan mendapatkan surat rekomendasi dari dokter bahwa mereka sehat. Dengan begitu, diharapkan para kru bus bisa bekerja secara optimal.

"Kalau petugas di terminal tidak mengambil cuti. Pemeriksaan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi. Biasanya dilakukan dua kali, saat menjelang Idul Fitri dan Nataru. Karena pandemi tahun ini cukup Nataru saja," kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (4/12/2020).

Saat masa libur Nataru, protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat di terminal. "Petugas akan berjaga dan mengawasi. Jangan sampai ada klaster baru," kata Agus.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom