Tutup Iklan
Para pemain Persis Solo menjalani latihan. (Istimewa)

Solopos.com, MADIUN - Persis Solo bakal langsung tancap gas mempersiapkan diri menghadapi Persik Kediri pada lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2019, Jumat (6/9/2019) mendatang. Para pemain langsung mendapatkan latihan spesifik untuk meredam perlawanan Macan Putih pada laga yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri tersebut.

Para pemain Persis sejauh ini mendapatkan libur. Mereka rencananya mengikuti latihan bersama di Madiun pada Senin (2/9/2019) sore. Para pemain baru yang bergabung dijadwalkan turut serta dalam latihan itu, termasuk striker anyar Laskar Sambernyawa, Beny Ashar.

“Enam pemain baru sudah adaptasi pada pertandingan yang kami lakukan pekan lalu [lawan Persemag Magetan]. Pertandingan itu juga sarana kami melakukan evaluasi pada pertandingan melawan Persiba. Jadi, pada latihan Senin sore, kami langsung berlatih spesifik untuk menghadapi Persik,” terang Pelatih Kepala Persis, Choirul Huda, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (1/9/2019).

Ia mengatakan belum menentukan pemain yang akan dibawa pada laga away tersebut. Tim pelatih akan memantau kondisi para pemain untuk memilih pemain yang cocok dengan stretagi untuk menghadapi Persik. Menurutnya, pemain lama maupun pemain baru memiliki peluang yang sama. Para pemain akan dipantau dalam beberapa kali latihan.

“Yang ingin kami perbaiki, di dua laga melawan Mitra Kukar dan Persiba, peran pemain sayap tak terlihat seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya,” terangnya.

Ia menilai pemain di lini depan sering terlambat membantu pertahanan saat bola direbut lawan. Hal itu pula yang terjadi saat Persiba berhasil menyarangkan satu gol ke gawang Sendri Johansah pekan lalu.

“Pemain depan seharusnya aktif menyerang dan bertahan. Tapi mereka terlambat turun. Di situlah kami kecolongan gol. Saya akan ingatkan kembali. Seluruh pemain harus mau fight,” kata dia.

Lebih lanjut, keberadaan Beny Ashar sebenarnya memberinya sedikit keleluasaan untuk memilih pemain. Meski berstatus sebagai striker, Beny juga memiliki kemampuan sebagai penyerang sayap dan gelandang serang.

“Sebenarnya, selain Beny, manajemen Persiba menawarkan gelandang serang mereka M. Said ke kami. Jadi kami sudah intens komunikasi sampai 26 Agustus. Tapi kami belum berhasil sehingga saya antisipasi dengan mengambil Ardianto Agung W. untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Tegar,” paparnya.

Namun, jendela transfer diperpanjang sehingga akhirnya Persis mendatangkan Beny. Sementara M. Said tak jadi berlabuh ke Persis karena tak mendapat izin dari pelatih. “Beny yang merekomendasikan pelatih kiper. Ia bisa jadi striker, wing, dan gelandang serang. Saya ambil dia karena itu,” kata dia. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten