Jelang Kongres VIII Paseopati, Penentuan Jumlah Suara Tiga Korwil Belum Klir
Anggota Pasoepati menyalakan lilin dan kembang api di Tugu Lilin, Penumping, Laweyan, Solo saat memperingati HUT Persis yang ke- 93, Selasa (8/11) malam. Acara tersebut juga diisi dengan renungan dan doa. (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO -- Kongres VIII Pasoepati gelar sekitar dua pekan lagi. Namun persoalan mengenai jumlah suara yang diperebutkan dalam pemilihan pemimpin baru Pasoepati masih belum klir.

Penyebabnya adalah Pasoepati Jogja, Bekasi, dan Tangerang hanya akan memiliki satu suara meski telah disahkan sebagai korwil pada 2018 lalu. Padahal, 14 korwil lain yang berdomisili di Soloraya memiliki tiga suara. Adapun Pasoepati Jakarta yang masih berstatus duta besar (dubes) punya satu suara.

Pasangan Agus Warsoep-Beto (Abe) mempertanyakan kebijakan pemberian satu suara pada Korwil Jogja, Tangerang, dan Bekasi. Menurut calon presiden (capres), Agus Warsoep, ketiga korwil itu berhak mendapatkan suara sama seperti 14 korwil lain. “Apa dasarnya korwil di luar Soloraya dibedakan haknya?” ujar Agus Warsoep saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (29/12/2020).

Persaingan Capres Pasoepati Solo Dimulai, Tiga Calon Sama-Sama Yakin Menang

Abe memang berpotensi dirugikan mengingat ketiga korwil di luar Soloraya itu adalah pendukungnya. Selain Korwil Jogja, Bekasi, dan Tangerang, Abe didukung Korwil Klaten dan Boyolali. Agus Warsoep menyebut kubunya bisa kehilangan enam suara apabila tiga korwil di luar Soloraya hanya memiliki satu suara.

“Dari awalnya bisa dapat sembilan suara dari tiga korwil itu, besok bisa-bisa cuma dapat tiga. Satu suara saat ini sangat berharga karena ketatnya persaingan,” ujar Agus Arasoep yang dirigen Pasoepati Mboergadoel itu.

Perdebatan Mencuat

Informasi yang dihimpun Solopos.com, perdebatan soal hak suara Korwil Jogja, Bekasi, dan Tangerang mencuat dalam rapat persiapan kongres beberapa hari lalu. Korwil pendukung pasangan Maryadi Gondrong-Agus Ismiyadi (Gas) menolak tiga korwil tersebut mendapat hak sama dengan 14 korwil merujuk hasil sidang komisi Kongres VII, 2018.

Pendaftaran Capres Pasoepati Mulai Dibuka, Calon Dilarang Pamer Massa

Dalam forum yang juga dihadiri Agus Ismiyadi sebagai pemimpin sidang kala itu, tiga korwil di luar Soloraya disebut memiliki satu suara. “Ya nanti dibuktikan saja saat kongres. Kami ingin melihat keabsahan dokumennya. Semoga sebelum pemilihan nanti sudah klir,” ujar Agus Warsoep.

Cawapres pasangan Gas, Agus Ismiyadi, mengakui belum ada persepsi yang sama soal jumlah suara korwil di luar Soloraya. Pihaknya berpegang pada dokumen resmi Kongres VII yang membedakan hak suara korwil luar Soloraya dengan 14 korwil lain. Meski demikian, Agus Ismiyadi terbuka untuk bermusyawarah demi menyamakan persepsi antarpasangan calon.

“Demi kebersamaan, nanti kita pikirkan jalan tengahnya saat kongres,” ujar pembina Pasoepati Anak Colomadu (Ancol) itu.

Adu Program Capres Pasoepati Bakal Digelar di Balai Persis

Selain pasangan Gas dan Abe, ada Prapto Koting-Sapta Oox (Prasaja) yang mengikuti kontestasi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom