Jelang Hari Raya Kurban, 1.000 Sapi di Sukoharjo Diberi Obat Cacing
Petugas kesehatan hewan memberi obat cacing hati yang dimasukkan ke mulut sapi di peternakan sapi Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Kamis (25/6/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SOLO — Sedikitnya 1.000 ekor sapi yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diberi obat cacing hati menjelang Hari Raya Kurban Iduladha 1441 H. Pasalnya saat penyembelihan hewan kurban, kerap ditemukan cacing di hati sapi yang berbahaya jika dikonsumsi.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Kamis (25/6/2020), petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mendatangi lokasi peternakan sapi di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo.

Mereka membawa obat cacing hati yang kemudian dimasukkan ke mulut sapi. Ada belasan ekor sapi yang diberi obat infeksi cacing hati oleh petugas kesehatan hewan di Kelurahan Dukuh.

Sebelumnya, petugas kesehatan hewan melakukan hal serupa di peternakan sapi yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

Hmmm... Ada Komunitas Pelakor Indonesia di Facebook

"Kami melakukan pengobatan cacing hati sapi secara massal menjelang Iduladha. Jumlah sapi yang diberi obat cacing hati kurang lebih 1.000 ekor. Kegiatan ini dilakukan secara kontinyu hingga beberapa hari menjelang Idul Adha,” kata Kepala UPT Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Leni Sri Lestari, saat berbincang dengan wartawan, Kamis.

Langkah ini dilakukan agar tak ada cacing di hati sapi kurban di Sukoharjo yang disembelih.

Ciri-Ciri Hati Sapi Bercacing

Warna hati sapi yang terinfeksi cacing biasanya lebih gelap dibanding hati sapi yang tak ada cacingnya. Hati sapi yang mengandung cacing berbahaya jika dikonsumsi manusia.

Selama ini, petugas kesehatan hewan kerap menemukan cacing hati di jeroan sapi kurban saat Iduladha.

"Jika ada sapi kurban yang sakit bisa ditukar dengan sapi kurban lain yang kondisinya sehat. Sapi kurban yang disembelih kondisinya harus sehat sehingga dagingnya aman dikonsumsi manusia," ujar Leni Sri Lestari.

Bantai Crystal Palace, Liverpool Selangkah Lagi Juara Liga Inggris

Lebih jauh, Leni menyampaikan transaksi jual-beli hewan kurban dipusatkan di Pasar Hewan Bekonang, Kecamatan Mojolaban.

Namun Pasar Hewan Bekonang itu ditutup sejak Sukoharjo ditetapkan sebagai daerah dengan status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 pada akhir Maret.

Sebulan menjelang Iduladha, banyak peternak sapi meminta agar Pasar Hewan Bekonang kembali dibuka.

"Informasi yang saya terima Pasar Hewan Bekonang bakal kembali dibuka pada pekan depan. Aktivitas di pasar harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar dia.

Penjualan Menurun

Sementara itu, seorang peternak sapi asal Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo, Panidi, mengatakan jumlah sapi kurban yang ia jual sebanyak 15 ekor.

Biasanya, Panidi menjual sapi di Pasar Hewan Bekonang. Namun, tak sedikit masyarakat yang mendatangi lokasi peternakan sapi untuk membeli sapi kurban.

Rekomendasi Saham 25 Juni, Lagi-Lagi Perbankan Curi Perhatian Analis

Untuk 2020 ini, tingkat permintaan hewan kurban turun dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19.

"Satu bulan sebelum Idul Adha sudah banyak pembeli yang memesan sapi. Mereka minta sapi diantar dua hari atau sehari menjelang Iduladha. Sekarang belum ada pembeli yang memesan sapi kurban," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho