JELANG GRAND SLAM WIMBLEDON 2015 : Teroris Tebar Ancaman, Pengamanan Wimbledon Diperketat
Salah satu venue tenis Grand Slam Wimbledon yang harus dijaga ketat akibat ancaman terori. Ist/dok

Jelang Grand Slam Wimbledon 2015 sejumlah ancaman yang ditebarkan teroris mulai mengkhawatirkan.

Solopos.com, LONDON -- Pengamanan di arena tenis Wimbledon diperketat menyusul semakin santernya ancaman terorisme di Inggris.

Pengamanan di Wimbledon ditingkatkan dalam sepekan terakhir setelah Perdana Menteri Britania Raya, David Cameron, mengatakan Inggris tengah menghadapi ancaman terorisme. Aksi terorisme itu dikaitkan dengan serangan yang melanda Tunisia, Prancis, dan Kuwait.

Lebih banyak petugas berpatroli mengelilingi wilayah London Barat Daya itu karena khawatir venue turnamen tenis ikonik itu akan menjadi target utama para teroris. Polisi bahkan menangkap sebuah pesawat tak berawak yang terbang melintasi kawasan Wimbledon, Sabtu (27/6/2015) sore waktu setempat. Polisi tengah menginvestigasi mengapa pesawat yang dioperasikan seseorang dari dekat lapangan golf itu diarahkan ke area turnamen tenis.

Kepolisian Metropolitan Inggris di Scotland Yard telah merilis rencana pengamanan Wimbledon dengan menyebar petugas keamanan ekstra, menutup jalan di wilayah London Barat Daya dan membentuk tim untuk mendukung intelejen. Kepolisian juga bekerja sama dengan All England Lawn Tennis Club yang mengelola Grand Slam Wimbledon.

“Kami telah berkaca dari rencana operasional sebelumnya dan memastikan memberi keaman dan kenyaman dari kejuaraan selama 2015. Turnamen tahun ini akan dijaga dengan level profesional sesuai tingkat ancaman saat ini,” komandan wilayah lokal Kepolisian Metropolitan Inggris, Ch Supt Stuart Macleod, primenewspaper.com, Minggu (28/6/2015).

Pekan kedua turnamen Wimbledon bertepatan dengan peringatan ke-10 pengeboman 7/7 di London. Oleh sebab itu, potensi terorisme dalam perhelatan grand slam kali ini semakin tinggi.

Kendati demikian, Perdana Menteri menjamin Inggris siap membendung segala gangguan terorisme. “Tidak ada keraguan yang kami hadapi untuk ancaman seperti ini di negara kami. Kami telah mempersiapkannya selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun,” kata David Cameron. (Tri Indriawati/JIBI/Solopos)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom