Tutup Iklan
Persis Solo (Twitter)

Solopos.com, BOYOLALI - Persis Solo mengawali masa latihan di Solo dengan mematangkan taktik di Lapangan Dibal, Ngemplak, Boyolali, Rabu (16/10/2019) sore WIB. Hal itu dilakukan demi meraih target menang dalam Derbi Mataram kontra PSIM Jogja, Senin (21/10/2019) mendatang.

Para pemain terlihat menikmati latihan. Mereka kali terakhir datang ke lapangan itu untuk berlatih sebelum kick off Liga 2 Indonesia musim 2019. Kembalinya mereka ke lapangan di belakang Balai Desa Dibal itu mendapat antusiasme warga. Mereka menonton para pemain Laskar Sambernyawa berlatih bersama pelatih Salahudin.

Salahudin mengatakan latihan hari itu memang fokus untuk mematangkan taktik dan menjaga kondisi pemain. Ia mengapresiasi semangat dan motivasi Iman Budi Hernandi dkk. selama sesi latihan hari itu. “Kami ingin buat mereka disiplin dengan aturan-aturan yang kami buat,” ungkapnya melalui media officer Persis, Rabu.

Ia mengatakan latihan di Dibal memang dimaksudkan agar pemain dilihat oleh publik. Hal itu menurutnya dapat memompa semangat para pemain.

“Saya bilang ke mereka, kita [Persis] ini enggak pernah ketemu mereka. Kalau ketemu, kesempatan ini harus digunakan sebaik mungkin. Karena kesempatan ini lama dapatnya. Artinya gunakan kesempatan ini untuk menang,” papar dia.

Menurutnya, Persis tetap respek kepada PSIM yang main di kandang mereka. Tetapi bukan berarti Persis bisa kalah. Persis tak boleh menganggap enteng PSIM agar selalu siap menghadapi laga. “Mereka tim dengan materi bagus dengan pelatih bagus. Tapi itu motivasi untuk mengalahkan mereka,” kata dia.

Sementara itu, dokter tim Persis, dr. Iwan Wahyu Utomo, mengatakan pada laga kontra PSIM, stopper andalan Persis, Jodi Kustiawan dipastikan tak bisa diturunkan. Jodi hingga kini masih cedera. “Jodi hampir dipastikan absen lawan PSIM. Ia dan Sendri [kiper Persis] masih menjalani fisioterapi,” tulisnya dalam pesan Whatsapp kepada Solopos.com.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten