Ilustrasi perbaikan jalan rusak. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SEMARANG — Menghadapi arus mudik Lebaran 2019, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Jawa Tengah (Jateng) terus mengebut aktivitas perbaikan jalan berlubang. Perbaikan itu khususnya dilakukan di sejumlah ruas jalan yang berstatus jalan provinsi.

Kepala Dinas PU, Bina Marga, dan Cipta Karya Jateng, A.R. Hanung Triyono, mengatakan total saat ini ada sekitar 10% dari jalan provinsi mengalami kerusakan atau berlubang. Meski demikian, kerusakan itu tidak tergolong parah dan masih bisa diperbaiki dalam waktu yang relatif singkat.

“Intinya kita siap menghadapi arus mudik nanti. Total jalan provinsi di Jateng itu panjangnya mencapai 2.404 km. Dari jumlah, mungkin yang rusak sekitar 10%. Itu pun letaknya spot-spot [terpisah],” ujar Hanung saat dijumpai Semarangpos.com, beberapa waktu lalu di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (8/5/2019).

Hanung menambahkan perbaikan jalan berlubang dan rusak itu rencana dimulai awal Mei ini dan ditarget selesai H-10 Lebaran. Titik yang mengalami perbaikan atau penambalan paling banyak berada di jalur pantai utara (Pantura), pantai selatan (Pansela) dan jalur di sekitar tanjakan pegunungan tengah.

“Yang jelas kita harus pastikan bahwa ruas jalan provinsi siap melayani mudik Lebaran 2019. Pekerjaannya bisa betonisasi maupun penambalan. Prinsipnya kita selesai untuk rekondisi H-7 Lebaran,” imbuhnya.

Hanung menyebutkan untuk tahun 2019 ini, pihaknya mendapat dana APBD mencapai Rp600 juta. Dana sebanyak itu tidak hanya untuk perbaikan infrastruktur jalan, tapi juga peningkatan level dan betonisasi.

Sementara itu, pengamat transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Djoko Setijowarno,  menyarankan kepada para pemudik untuk beralih menggunakan kapal laut ketimbang lewat jalur darat saat arus mudik nanti. Tujuannya, selain mempersingkat waktu perjalanan, juga dapat menekan angka kecelakaan di jalan.

“Kita sarankan pemudik ikut mudik gratis dengan kapal laut. Dengan mudik gratis lewat kapal laut, pemerintah sebenarnya membiaya Rp1,3 juta per orang. Baik pemudik dua orang, dapat makan gratis selama perjalanan, dan sepeda motornya juga diangkut. Jadi, sayang kalau tidak dimanfaatkan,” ujar Djoko.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten