Kategori: Solo

Jelang Akhir Tahun, Trafik Kunjungan Wisata di Soloraya Membaik


Solopos.com/Farida Trisnaningtyas

Solopos.com, SOLO — Trafik kunjungan di sejumlah objek wisata di Soloraya menunjukkan tren positif. Meskipun angka kunjungan wisatawan belum kembali normal, geliat ini setidaknya memberi angin segar bagi sektor pariwisata yang minus karena pendemi. Di sisi lain, pengelola destinasi wisata tersebut berkomitmen mengedepankan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menkes Terawan Resmikan Gedung Pengujian dan Kalibrasi Alkes Solo, Sempat Ada Momen Tak Jaga Jarak

Staf Operasional Heritage Palace, Tunggal Ari, mengatakan memang terjadi penurunan jumlah wisatawan selama pandemi Covid-19. Menurutnya, persentase penurunan pengunjung sampai 50% jika dibandingkan dengan saat normal.

“Dibandingkan dengan saat sebelum pandemi, pengunjung turun 50%. Namun demikian, sekarang ini sudah lebih baik sekitar 50-100 orang per hari. Sementara saat akhir pekan yang datang bisa 300 orang/hari,” ujar dia, saat ditemuiSolopos.com, Jumat (11/12/2020).

Ari berharap kondisi lekas membaik sehingga trafik kunjungan wisata bisa kembali normal. Di sisi lain, pihaknya berkomitmen menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dengan demikian, wisatawan bisa merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Heritage Palace.

Hadir di Kantor PAC PDIP Saat Penghitungan Suara, Camat Giritontro Dianggap Tidak Netral

Patuhi Prokes

Protokol kesehatan ini mulai dari anjuran cuci tangan pada tempat yang telah disediakan sebelum pintu masuk ke wahana, pengukuran suhu tubuh setiap pengunjung yang masuk, kewajiban mengenakan masker, hingga pengaturan jarak saat masuk. Selain itu, pengelola juga menyediakan tempat cuci tangan di sejumlah titik di kompleks Heritage Palace.

“Wajib pakai masker kalau ada yang tidak bermasker, pengelola menyediakannya. Saat foto boleh tidak pakai masker asal nanti langsung dipakai lagi. Kami tidak ada pembatasan jumlah pengunjung, tapi Kalau ada keramaian pada titik tertentu, staf kami akan langsung mengarahkan untuk pindah karena tempat kami ini terdiri dari berbagai spot,” papar dia.

Hal serupa diungkapkan Staf Bukit Sekipan, Tawangmangu, Karanganyar, Supriyanto. Menurutnya, jumlah wisatawan yang menyambangi objek wisata di lereng Gunung Lawu ini belum sebanyak saat normal dulu. Namun demikian, kondisinya makin membaik sejak beberapa bulan terakhir.

Sabtu, PPK 12 Kecamatan Di Sukoharjo Serentak Hitung Perolehan Suara Pilkada 2020

“Memang sebelum pandemi bisa ratusan pengunjung per harinya, tapi sejak ada Covid-19 turun hingga 70%. Alhamdulillah, ini membaik, mbak. Sudah banyak juga yang reservasi tempat kami,” kata dia.

Sadar Prokes

Supriyanto menambahkan sejak adanya pandemi, pengelola juga menerapkan protokol kesehatan. Bagi pengunjung yang masuk kompleks Bukit Sekipan, mereka disemprot dengan cairan disinfektan dengan sarana berbentuk bilik atau lorong di bagian depan. Setelah itu, mereka diukur suhu tubuh dan diwajibkan bermasker.

Di sisi lain, pengelola juga mengklaim amat memperhatikan kebersihan fasilitas. Misalnya, ada pembatasan jarak pada meja makan di restoran, hingga penyemprotan sarana dan prasarana dengan cairan disinfektan secara rutin pagi dan sore.

Wah...Warga Tanon Sragen ini Dapat Sepeda Motor dari PDAM Tirto Negoro

“Dengan adanya protokol yang baru ini pengunjung semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Kalau ada yang ngeyel tidak bermasker misalnya, ya kami tindak tegas tidak boleh masuk.

Sementara itu, Asisten Manajer Museum Batik Danar Hadi, Asti Suryo Astuti, mengatakan angka kunjungan ke House of Danar Hadi sebenarnya sudah membaik sejak beberapa bulan lalu. Menurutnya, jumlah kunjungan ke Danar Hadi mencapai 30% - 40% di masa pandemi. Persentase kunjungan ini sempat 0% ketika museum kembali dibuka pada Juli 2020 lalu, seusai tutup karena pandemi.

“Pada September awal grafiknya membaik. Kami tetap mematuhi aturan dari Pemkot. Misalnya, anak di bawah 15 tahun, ibu hamil, dan lansia, tidak boleh masuk,” jelas dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Jafar Sodiq Assegaf