Jekek: Mahasiswa KKN di Wonogiri Jangan Cuma Bikin Plang
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, WONOGIRI – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Wonogiri diimbau jangan sekadar membikin plang petunjuk arah. Mahasiswa KKN harus ikut menyelesaian permasalahan di lokasi pengabdian, utamanya kemiskinan.

Hal itu disampaikan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, seusai menerima 100 mahasiswa KKN dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang akan menjalani KKN di 10 desa di Kecamata Kismantoro. Kegiatan pengabdian masyarakat itu rencananya berlangsung selama 45 hari.

Wilayah Kismantoro dipilih lantaran tergolong tingkat kemiskinannya cukup tinggi. Selain persoalan kemiskinan, Kismantoro memiliki masalah terkait geografis dan sumber daya alam yang dimilikinya.

Salah satu masalah itu adalah ketiadaan kandungan mineral dalam sumber air yang ada di sana. Pemkab Wonogiri sebenarnya sudah menyiapkan solusi, salah satunya mendisribusikan air dari Kecamatan Purwantoro ke Kismantoro. Mekanisme pendistribusiannya bisa melalui PDAM atau skema lainnya.

“Setelah diuji di laboratorium, kandungan mineral dalam air itu kosong. Artinya, air ini hanya bisa dipakai untuk mandi dan cuci. Tidak ada nutrisi yang bisa dimanfaatkan untuk perkembangan tubuh. Ini menjadi problem besar kita,” kata Jekek, saat ditemui wartawan di pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri, Selasa (14/1/2020).

Jekek menilai kemiskinan berdampak pada keterbatasan akses masyarakat terhadap informasi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Hal ini melahirkan masyarakat tak berpindah dari paradigma lawas khusus terkait kulturalnya.

Pandangan itu misalnya soal perkawinan di usia dini, tingkat pendidikan rendah, hingga bergantung pada nasib.

“Ini potret kemiskinan yang konkret. Jadi tidak ada transformasi informasi, teknologi bahkan kebijakan. Ada beberapa faktor terjadinya kemiskinan salah satunya kemiskinan struktural yang merupakan imbas [kebijakan] tidak memiliki basis data yang betul otentik,” sambung dia.

Bupati Jekek berharap mahasiswa KKN bisa berperan aktif dalam riset dan pengembangan wilayah, khususnya untuk mengentaskan persoalan kemiskinan di Kismantoro. Ia pernah menyampaikan hal itu kepada universitas yang mengirimkan mahasiswa KKN ke Wonogiri agar peserta tidak perlu menggali data ke lapangan.

Pemkab Wonogiri memiliki data kemiskinan yang memadai. Data itu bisa diakses sebagai bahan kajian internal. Hasilnya, berupa implementasi solusi dengan menugaskan mahasiswa ke daerah.

“Misalnya, KKN ke Wonogiri dari prodi apa, disiplin imu apa karena ini loh masalahnya. Bukan hanya bikin plang ke sana [petunjuk arah]. Warga sudah hafal. Didik [warga] soal literasi dan lainnya. Memang masalah besarnya adalah waktu,” harap Joko Sutopo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho